CARA melakukan gerakan berlari yang baik dapat mencegah cedera fisik. Karena itu, olahraga sederhana ini makin diminati lantaran berbiaya murah dan praktiknya yang cukup mudah.
Berdasarkan data Serbian Journal of Sport Science, triathlon menduduki posisi ketiga dari jenis olahraga dengan cedera tertinggi setelah taekwondo dan atletik. Tulisan ini akan membantu Anda mempraktikkan cara melakukan gerakan berlari tanpa mengalami cedera.

Sebagai seorang pelari, memahami teknik berlari sangat penting. Agar memiliki teknik yang baik dalam berlari, dibutuhkan beberapa latihan otot rutin, di antaranya otot perut dan pinggang, kekuatan tungkai serta lengan.
BACA JUGA: Teknik Dasar Cara Melakukan Gerakan Guling Depan
Sebelum mempelajari tekniknya, perlu diketahui lari merupakan sebuah gerak berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lainnya dengan cara melangkahkan kaki secara bergantian. Lari dibagi dua, yakni sprint dan lari jarak jauh.
BACA JUGA: Bagaimana Cara atau Teknik Elakan dalam Pencak Silat?
Pada saat berlari, langkah-langkah kaki digerakan dan ada saatnya kedua kaki tidak bersentuhan dengan tanah. Mari mengenal lebih jauh teknik dalam berlari.
Macam-Macam Teknik Berlari
Teknik berlari terbagi menjadi dua tahapan. Pertama, ada tahap topang. Kedua, ada teknik tahap melayang.
Tahap topang terdiri topang depan dan dorong. Tujuan dari tahapan ini adalah memperkecil hambatan saat kaki menyentuh tanah serta memaksimalkan dorongan ke depan.
Saat telapak kaki mendarat, anggota lainnya seperti pinggang, sendi lutut, dan mata kaki dari kaki topang harus diluruskan kuat-kuat pada saat bertolak. Sementara pada paha kaki, ini dapat diayun dengan cepat pada posisi horizontal.
Tahap kedua, yakni melayang. Tahapan ini bertujuan memaksimalkan dorongan ke depan serta membuat kaki lebih siap dan efektif saat menyentuh tanah.
Sifat teknisnya, lutut kaki bergerak ke depan dan ke atas, lutut kaki topang dibengkokan dalam fase pemulihan, ayunan lengan aktif, namun rileks. Berikutnya, kaki topang bergerak ke arah belakang.