Share

Di F1 2022, McLaren Akan Rusak Dominasi Red Bull Racing dan Mercedes AMG Petronas

Tino Satrio, Jurnalis · Rabu 26 Januari 2022 13:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 37 2538038 di-f1-2022-mclaren-akan-rusak-dominasi-red-bull-racing-dan-mercedes-amg-petronas-C65Prlz8QR.jpg McLaren siap bersaing dengan Red Bull Racing dan Mercedes AMG Petronas (Foto: Reuters)

WOKING - Formula One (F1) 2022 akan dimulai tidak lama lagi. Banyak orang berpikir kejuaraan musim depan akan kembali didominasi para pembalap Red Bull Racing dan Mercedes AMG Petronas.

Namun, pembalap McLaren, Daniel Ricciardo, siap untuk merusak dominasi dua tim besar itu pada musim depan. Saat memakai helm, dia mengaku akan mengalahkan siapa pun.

Daniel Ricciardo (Foto: Reuters)

Seperti diketahui, duo pembalap McLaren, Ricciardo dan Lando Norris, gagal berbuat banyak untuk mengganggu Max Verstappen (Red Bull) dan Lewis Hamilton (Mercedes) di posisi teratas. Ricciardo sendiri hanya finis kedelapan dan Norris dua tangga di atasnya.

Pembalap asal Australia itu pun tak mau hasil buruk pada musim lalu terulang kembali. Ia menargetkan untuk mengasapi Mercedes, Red Bull, dan juga Scuderia Ferrari, yang merupakan musim McLaren di F1 2021, pada musim depan.

"Saya suka memiliki tujuan dan sesuatu untuk dikejar. Itu selalu lebih baik ketika Anda berjuang untuk sesuatu," kata Ricciardo, melansir dari The Judge 13, Rabu (26/1/2022).

"Jika kami berada dalam pertarungan terisolasi untuk tempat ketiga, dengan Red Bull dan Mercedes terlalu jauh di depan dan Ferrari terlalu jauh di belakang, saya pikir itu akan kurang menarik. Saya suka memiliki tujuan dan sesuatu untuk dikejar, jadi itu bagus," sambungnya.
Sementara itu, pembalap berusia 32 tahun itu membeberkan lawan terberatnya yang benar-benar harus disaingi. Bukan Mercedes atau Red Bull yang mengakhiri musim sebagai teratas, melainkan Ferrari.

Daniel Ricciardo (Foto: Reuters)

"Tentu saja, kami memfokuskan beberapa upaya kami pada Ferrari, untuk mencoba dan mengalahkan mereka dengan jelas, tetapi itu mungkin lebih merupakan masalah tim," ungkapnya.

"Saya pikir bagi saya, sebagai pengemudi, setelah saya memakai helm dan lampu padam pada Minggu, tidak masalah apa warna mobilnya. Jika Anda pikir Anda bisa mengalahkan mereka, maka Anda akan mencoba untuk mengalahkan mereka," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini