Share

Soal Aturan Karantina untuk MotoGP Indonesia 2022, Begini Penjelasan Mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 21 Januari 2022 18:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 21 38 2535893 soal-aturan-karantina-untuk-motogp-indonesia-2022-begini-penjelasan-mantan-panglima-tni-hadi-tjahjanto-xukV44aVYe.jfif Mantan Panglima TNI Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto menjelaskan aturan karantina untuk pembalap dan kru di MotoGP Indonesia 2022 (Foto: Istimewa)

PENYELENGGARAAN MotoGP Indonesia 2022 dikabarkan dalam ancaman pembatalan. Sebab, penyelenggara MotoGP, Dorna Sports, tidak ingin para pembalap dan kru melakukan karantina.

Melansir laman GP One, Direktur Utama Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, menegaskan bahawa pihaknya keberatan jika harus diwajibkan karantina karena bisa mengganggu persiapan balapan.

Carmelo Ezpeleta (Foto: Autosport)

"Kami tak akan menerima karantina. Jika mereka meminta kami untuk karantina 14 hari di negara tertentu, kami tidak akan pergi ke sana," kata Carmelo Ezpeleta.

Kendati demikian, Komandan Lapangan MotoGP Mandalika 2022, Hadi Tjahjanto, mengklarifikasi terkait aturan karantina di Indonesia bagi para pembalap serta kru MotoGP 2022. Kedatangan para pemain nantinya akan dilakukan dengan mekanisme travel bubble sehingga tidak perlu melakukan karantina selama 14 hari.

BACA JUGA: MotoGP Indonesia 2022 Kian Dekat, Pembenahan Sirkuit Mandalika Makin Dikebut

"Khusus pemain pembalap pendukung kru nantinya akan datang di pramusim (Februari) 900 orang dan Maret 2.500 orang. Jadi, seperti yang dilakukan di Sepang Malaysia, saat ini kita juga melaksanakan travel bubble," kata Hadi, dalam pertemuan secara daring, Jumat (21/1/2022).

Lebih lanjut, Hadi mengatakan, bahwa pemerintah akan menggunakan sistem bubble. Sebab, waktu tidak memungkinkan jika para pembalap beserta kru harus melaksanakan karantina seperti wisatawan mancanegara pada umumnya.

"Sistem karantinanya menggunakan sistem bubble. 5-6 Februari para pemain ada di Sepang Malaysia, 7 Februari mereka masuk ke Indonesia. Kalau harus karantina bablas karena dia harus di hotel enggak bisa melaksanakan kegiatan," paparnya.

Hadi menjelaskan, setelah para pembalap selesai dengan urusan administrasi di bandara, mereka akan menuju ke hotel khusus yang sudah disterilkan dua hari sebelum kedatangan. Setelah tiba, mereka akan dilakukan tes PCR. Selanjutnya, tes PCR atau antigen akan dilakukan setiap dua hari sekali.

Sirkuit Mandalika (Foto: WSBK)

"Selama menjalani travel bubble, penonton tidak akan bisa bertemu dengan pemain. Segala fasilitas terkait dengan restoran atau pusat kebugaran juga sudah kami siapkan, jadi pemain dan kru enggak perlu keluar," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini