Share

Terkait Promosi dan Degradasi Atlet Pelatnas, Ketum PBSI Minta Jangan Sampai Ada Kontroversi

Andika Rachmansyah, Jurnalis · Selasa 11 Januari 2022 05:56 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 40 2530239 terkait-promosi-dan-degradasi-atlet-pelatnas-ketum-pbsi-minta-jangan-sampai-ada-kontroversi-bun6R3p1rL.jpg Ketum PBSI, Agung Firman Sampurna. (Foto: PBSI)

JAKARTA – Ketua Umum (Ketum) PBSI, Agung Firman Sampurna meminta kepada para pencinta bulu tangkis Tanah Air untuk tak menjadikan masalah promosi dan degradasi atlet Pelatnas sebagai hal yang besar hingga menjadi kontroversi. Sebab ia pastikan keputusan promosi dan degradasi dilakukan secara objektif dan memang setiap tahunnya harus dilakukan.

Menurut Agung, promosi ke Pelatnas Cipayung atau degradasi dikembalikan ke klub adalah bagian yang tak terpisahkan dari tata kelola dan pembinaan olahraga tepok bulu di Tanah Air. Dari tahun ke tahun, apa yang dilakukan oleh PP PBSI juga tetap sama.

Tahun ini lewat Seleksi Nasional (Seleknas) 2022 yang berlangsung di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, pada 10-15 Januari 2022, PBSI tengah mencari talenta-talenta baru dan pemain berbakat untuk direkrut ke Pelatnas Cipayung.

Baca Juga; Bonus Piala Thomas 2020 Seniliai Rp10 Miliar Cair, Agung Firman: Sebagian Uangnya untuk PBSI

Agung Firman Sampurna

Bibit-bibit baru ini akan menggantikan pemain yang didegradasi dan dikembalikan ke klubnya masing-masing. Dia pun juga menegaskan bahwa semua ini dilakukan secara objektif.

“Tahun ini promosi dan degradasi tetap menggunakan metode dan kriteria yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal itu dilakukan secara obyektif untuk tumbuh dan berkembangnya atlet-atlet muda berbakat,” kata Agung dalam rilis resmi PBSI, Selasa (11/12022).

Dikatakannya, dalam suatu masa tertentu, performa dan prestasi semua pemain penghuni Pelatnas Cipayung juga dievaluasi. Setelah dievaluasi menyeluruh, baru kemudian diputuskan. Yaitu, tetap bertahan di pelatnas atau terdegradasi.

“Jadi, promosi dan degradasi ini adalah business as usual yang terjadi setiap tahun di Pelatnas Cipayung. Demikian pula tahun ini PBSI juga akan melakukan kegiatan promosi dan degradasi,” sambung Agung.

“Karena itu, proses promosi dan degradasi itu hal biasa dan terjadi setiap tahun. Makanya saya meminta proses promosi dan degradasi itu jangan menjadi kontroversi,” tegas Agung.

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti diisukan akan ditendang dari Pelatnas Cipayung

Rencananya setelah selesai Seleknas, pihaknya akan segera melakukan rapat bersama Kabid Binpres PBSI Rionny Mainaky dan jajaran pelatih untuk memutuskan siapa-siapa yang dipanggil masuk dan siapa pula yang harus dikembalikan ke klubnya masing-masing.

Meski pihak PBSI belum mengumumkan siapa saja yang akan promosi dan degradasi, ada rumor yang mengatakan bahwa pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti akan menjadi korban untuk ditendang dari Pelatnas Cipayung. Sejauh ini itu semua masih rumor belaka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini