Share

Bonus Piala Thomas 2020 Seniliai Rp10 Miliar Cair, Agung Firman: Sebagian Uangnya untuk PBSI

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis · Selasa 28 Desember 2021 03:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 28 40 2523509 bonus-piala-thomas-2020-seniliai-rp10-miliar-cair-agung-firman-sebagian-uangnya-untuk-pbsi-z3WRpn6QhI.jpg Ketum PBSI, Agung Firman Sampurna. (Foto: PBSI)

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah memberikan bonus senilai Rp10 miliar kepada Tim Indonesia yang berhasil menjuarai Piala Thomas 2020. Namun, menurut pemaparan Ketua Umum (Ketum) PBSI, Agung Firman Sampurna, sebagian uangnya tidak hanya akan untuk atlet, tapi juga untuk federasi.

Sebagaimana diketahui, setelah sempat menuai protes dari beberapa pebulutangkis, akhirnya apresiasi berupa uang Rp10 miliar untuk juara Piala Thomas 2020 cair pada Senin 27 Desember 2021. Bonus tersebut diberikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, dan diterima langsung oleh Agung dalam acara Pemberian Penghargaan Kepada Pelaku Olahraga Berprestasi di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta.

Usai acara tersebut selesai, Agung yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), menjelaskan system pembagian bonus itu. Dia memaparkan bahwa bonus itu diberikan kepada dua pihak yakni, atlet yang berprestasi dan juga federasi yang menaungi mereka.

Baca Juga: Akhirnya Bonus Piala Thomas 2020 Cair Usai Viral, Ketum PBSI: Biar Ada Dramanya

Trofi Piala Thomas (Bagas Abdiel/MPI)

Untuk itu, pria berusia 50 tahun itu mengatakan bahwa uang sebesar 10 miliar tersebut tidak hanya diberikan kepada Jonatan Christie dkk saja. Tetapi juga diterima oleh PBSI untuk menjalankan proses rekrutmen, pelatihan, pembinaan dan pengembangan para pemain. Namun tentunya, tidak masuk ke kantong pribadi para pengurus PBSI.

Menurutnya, proses-proses tersebut merupakan hal yang sangat penting. Sebab, jika hal tersebut tetap berjalan dengan baik maka para atlet akan bisa menjaga konsistensinya untuk kembali berprestasi.

“Ini kan ujungnya ke atlet juga, tetapi ini adalah bagian penting karena prosesnya banyak. Orang membina atlet itu tidak kemudian dia jadi sendiri tetapi ada sebuah proses dimana ada organisasi cabor (cabang olahrga) yang melakukan rekrutmen dan pembinaannya, jadi bagian pentingnya disitu,” kata Agung kepada awak media, Selasa (28/12/2021).

“Jadi bukan diberikan kepada pengurus-pengurus cabor pastinya kan, tetapi bagaimana mendorong proses rekrutmen, pelatihan, pembinaan dan pengembangan para atlet sehingga prestasinya dapat kita jaga dan dapat kita tingkatkan di masa yang akan datang,” sambungnya.

Menpora Zainudin Amali bersama Ketum PBSI Agung Firman Sampurna. (Foto: Bagas Abdiel/MPI)

Pada acara tersebut, pemerintah juga memberikan apresiasi kepada para atlet yang meraih medali pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021 dan Asian Youth Para Games 2021. Selain itu, penghargaan Satyalancana Dharma Olahraga juga diberikan kepada empat atlet dan satu pelatih berprestasi dari cabor bulutangkis dan angkat besi, yakni Sony Dwi Kuncoro, Eng Hian, Ni Nengah Widiasih dan Cony Ruswanto (pelatih angkat besi).

Tentunya diharapkan bonus itu semakin memacu para atlet untuk bermain baik. Begitu juga untuk PSSI diharapkan semoga bonus itu bisa digunakan sebaik mungkin untuk menemukan dan mengembangkan potensi atlet bulu tangkis Indonesia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini