Pembalap berpaspor Spanyol itu mengaku ketika itu Yamaha tampak menjanjikan. Ketika itu, pabrikan berlambang garpu tala tersebut memang mampu bersaing melawan Marc Marquez.
“Ketika itu, Yamaha memiliki motor yang menjadi pemenang. Saya memilih mereka. Saya tidak tahu jika itu keputusan yang benar atau salah. Karena pada akhirnya itu adalah keputusan yang saya ambil,” ujarnya.

Kini, Vinales akan melanjutkan kariernya bersama Aprilia. Dia akan kembali berduet dengan Aleix Espargaro yang kebetulan merupakan rekan satu tim Vinales saat masih membela Suzuki.
Lantas apakah dengan kembali berduet dengan Espargaro, kemampuan Vinales yang dulu akan kembali? Atau ia justru akan kembali melempem seiring kesulitannya ia beradaptasi dengan motor RS-GP milik Aprilia?
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.