Share

Tatap 2022, Ganda Putra Muda Indonesia Bertekad Saingi Senior di Ajang Bulu Tangkis Bergengsi

Antara, Jurnalis · Senin 27 Desember 2021 07:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 27 40 2523000 tatap-2022-ganda-putra-muda-indonesia-bertekad-saingi-senior-di-ajang-bulu-tangkis-bergengsi-58m6Yqf658.jpg Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo di Hylo Open 2021. (Foto: Instagram/@herry_ip)

JAKARTA – Perkembangan signifikan terus ditunjukkan sektor ganda putra bulu tangkis Indonesia di kancah internasional. Usai menutup musim 2021 dengan naiknya peringkat tiga pasangan di ranking Federasi Badminton Dunia (BWF), kini para pebulu tangkis muda Indonesia pun bertekad untuk lebih menyaingi seniornya di berbagai ajang bulu tangkis bergengsi.

Ya, tiga pasangan ganda putra muda Indonesia sukses naik peringkat di ranking BWF karena kinerja apiknya di sepanjang 2021. Mereka ialah Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana, dan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.

Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan

Ketiganya sukses memupuk poin peringkat BWF Indonesia Badminton Festival (IBF) 2021 yang mengusung tiga turnamen pada 16-5 Desember di Nusa Dua, Bali. Berdasarkan catatan BWF pada 2 Februari 2021, dua pasangan, yaitu Fikri/Bagas dan Leo/Daniel, mengawali musim kompetisi 2021 secara berurutan di peringkat 41 dan 42.

Sementara itu, Pramudya/Yeremia, menjadi yang paling bawah dengan menduduki posisi ke-54. Meski jumlah turnamen sangat terbatas akibat pandemi, ketiga pasangan pelapis itu sukses menembus peringkat 30 besar.

Fikri/Bagas kini berada di peringkat 29 dengan 43.900 poin. Kemudian, Leo/Daniel menyalip di peringkat 28 dengan 44.275 poin. Peningkatan paling gemilang dikemas Pramudya/Yeremia yang semula berada di posisi bontot, kini menjadi yang terdepan dengan modal 50.270 poin berada di peringkat ke-22.

BACA JUGA: Keren! Greysia Polii Terpilih Jadi Anggota Komisi Atlet BWF

Terlebih lagi, pada turnamen penutup akhir tahun, World Tour Finals, yang menjadi bagian dari IBF 2021, Pramudya/Yeremia secara mengejutkan lolos kualifikasi. Dia mewakili Indonesia bersama ganda putra peringkat satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Menurut pelatih kepala ganda putra PP PBSI, Herry Iman Pierngadi, perubahan peringkat ketiga pasangan pelapis pelatnas Cipayung akan membentuk ekosistem persaingan yang semakin ketat di tingkat atas.

Tidak hanya merangsek naik, ketiga pasangan juga mencatatkan kemenangan perdana atas tiga ganda putra utama yang terdiri atas Kevin/Marcus, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto selama pertemuan pada 2021.

Bagas/Fikri bahkan mencatatkan kemenangan atas dua seniornya, yaitu Minions -julukan Marcus/Kevin- di Denmark Open dan Fajar/Rian di Indonesia Masters.

Menyikapi persaingan antar-ganda putra Indonesia yang semakin ketat, pemain utama merespons positif kondisi ini. Sebab baginya, ini menandakan regenerasi ganda putra nasional terus mengalami perkembangan positif. Namun di sisi lain, mereka turut menambah daftar pesaing di turnamen tingkat atas.

BACA JUGA: Loh Kean Yew Juara Dunia 2021, Anders Antonsen: Dia Pemain Paling Berbahaya Sekarang

"Mereka sangat baik mainnya, bersyukur pelapis ganda putra kita bisa berkembang. Tapi ini juga jadi motivasi buat kami untuk bertahan dan tampil semakin baik, karena mereka yang di (peringkat) bawah pasti maunya ke atas kan. Sementara kami pun yang di atas tidak mau turun," kata Marcus.

Secara teknis, seluruh pasangan punya kemampuan dan gaya permainan yang tidak beda jauh, tinggal masalah pengalaman dan ketahanan fisik dan mental yang akan menjadi penentu perkembangan mereka di lapangan, kata Herry.

Menaruh harapan

Kesuksesan Indonesia dalam menggelar agenda bulu tangkis terlama sepanjang sejarah di dalam negeri, nyatanya tidak diiringi dengan keinginan kuat dari pengurus untuk menyabet gelar sebanyak mungkin.

PP PBSI menyadari bahwa tur Eropa yang berlangsung dengan lima turnamen, dimulai dengan Piala Sudirman hingga Hylo Open Jerman, menguras habis energi seluruh pemain Indonesia. Makanya pada IBF 2021, Indonesia hanya berkeinginan tampil terbaik terlepas dari statusnya sebagai tuan rumah penyelenggara acara.

Dengan kondisi fisik yang tak lagi bugar, jika dipaksakan untuk mengejar target, bisa dipastikan pemain akan tertekan dan permainan mereka akan lebih terpuruk.

"Kondisi mereka sangat tidak fresh, kalau perkiraan saya saat di Bali hanya 60 sampai 70 persen. Tidak ada yang bisa main maksimal dengan angka seperti itu. Kelihatan dari tenaga dan cara main mereka. Makanya kalau ditanya target, ya main yang terbaik saja," kata Herry.

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo

Melihat kondisi ini, Herry pun menaruh harapan pada ganda putra pelapis agar bermain lebih baik dibanding ketiga seniornya yang sudah babak belur dari Eropa. Tidak hanya demi membuat peluang gelar juara lebih besar bagi Merah Putih, namun juga sebagai booster bagi tim pelapis agar punya pengalaman tambahan bermain di turnamen papan atas.

Meski akhirnya muka Indonesia terselamatkan dengan mengamankan satu gelar juara lewat Minions di Indonesia Open (Super 1000), Herry juga mengapresiasi perjuangan pemain pelapis setelah berjuang dengan keras di IBF 2021.

"Menurut saya cukup baik ya, sesuai harapan. Saya bilang ke mereka (pelapis) meski kalian tidak menang, tapi jam terbang kalian bertambah. Progress mereka sudah cukup baik. Ditambah waktu di Jerman (Hylo Open) Leo/Daniel bisa masuk final, Pram/Yere di semifinal, dan Bagas/Fikri bisa 16 besar," tutur Herry.

Kejar target

Berakhirnya musim pertandingan 2021, memunculkan harapan baru bagi ganda putra pelapis agar bisa tampil lebih baik pada 2022. Harapan ini tentu saja diimplementasikan lewat target-target yang akan mereka capai.

Pramudya/Yeremia sebagai yang paling memimpin di antara tiga ganda putra muda pelatnas Cipayung, punya target tinggi pada 2022. Berbekal penampilan perdana mereka di World Tour Finals 2021 hingga lonjakan 32 peringkat BWF, Pram/Yere optimistis bisa tampil lebih baik tahun depan.

Saat ditemui di Bali, mereka menuturkan bahwa target besar mereka pada 2022 adalah bisa masuk ke jajaran top 10 ganda putra dunia. Menurut mereka, masuk peringkat 10 besar adalah inisiatif pribadi dan bukan arahan dari Pelatnas.

Dalam skala besar, Herry yang menukangi ganda putra bulu tangkis Indonesia tak menghiraukan apa pun target pribadi anak-anak didiknya. Justru pelatih berusia 59 tahun ini senang jika pemain muda punya motivasi yang tak kalah tinggi dari seniornya.

Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Foto: PBSI

Ia justru menyimpan harapan besar agar pemain muda bisa ikut menjadi tumpuan timnas Indonesia, dan tidak lagi bergantung pada Minions, The Daddies atau Fajar/Rian.

"Saya tidak mau Kevin/Marcus yang jadi tumpuan terus, saya mau semuanya menonjol sehingga beban prestasi tidak melulu berada di Minions," Herry menyebutkan.

Meski butuh waktu untuk bisa mempertebal lini ganda putra, Herry optimistis performa sektor andalan Indonesia ini bisa segera terwujud jika melihat evaluasi dari perhelatan di Bali. Herry pun tak menampik bahwa harapan ganda putra Indonesia selanjutnya berada di pundak Pram/Yere, Leo/Daniel, dan Bagas/Maulana untuk ikut bersaing di turnamen kelas atas.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini