“Hal tersebut membuat pabrikan dan tim tak bisa memenangkan kejuaraan. Rekan satu tim Fabio gagal meraup poin di tiga kesempatan berbeda. Setelah itu, pembalap penggantinya tak bisa bersaing,” ujarnya.
Jarvis kemudian membandingkannya dengan Ducati yang punya pembalap hebat. Di klasemen tim, Ducati dibantu Bagnaia dan Jack Miller. Kehadiran Johann Zarco, Jorge Martin dan Enea Bastianini juga membuat Ducati berjaya.

“Sementara Ducati punya dua pembalap hebat, yakni Miller dan Bagnaia. Mereka mencetak poin secara reguler untuk kejuaraan tim. Belum lagi, Zarco, Martin dan Bastianini ikut berkontribusi di klasemen konstruktor,” tutur Jarvis.
(Andika Pratama)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.