Share

Valentino Rossi Pensiun, Intip Lika-liku Perjalanan Kariernya Selama 25 Tahun di MotoGP

Tino Satrio, Jurnalis · Minggu 14 November 2021 06:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 14 38 2501424 valentino-rossi-pensiun-intip-lika-liku-perjalanan-kariernya-selama-25-tahun-di-motogp-GqwoQjmalq.jpg Valentino Rossi segera akhiri karier di MotoGP. (Foto: MotoGP)

PERJALANAN karier Valentino Rossi menarik untuk dibahas jelang pensiunnya sang legenda dari ajang MotoGP. Rossi akan menjalani balapan terakhirnya di MotoGP pada GP Valencia 2021 yang berlangsung Minggu (14/11/2021) malam WIB.

Selama 25 tahun berkarier di MotoGP, Rossi sendiri diketahui sukses mengukir karier yang begitu ciamik. Pembalap bejuluk The Doctor itu menjadi satu-satunya pembalap yang memenangkan Kejuaraan Dunia di kelas 125 cc, 250 cc, 500 cc, dan MotoGP dalam sejarah dunia balap.

Valentino Rossi

Rossi sendiri lahir pada 16 Febuari 1979, di Urbino, Italia. Namun, dia besar di kota Tavullia karena keluarganya memutuskan pindah tak lama dari kelahirannya.

Di masa kecilnya, Rossi jatuh cinta dalam olahraga karting. Karena kecintaannya itu, ia mulai menekuni balapan tersebut hingga memenangkan keuaraan regionalnya pada 1990.

BACA JUGA: 4 Tim yang Pernah Dibela Valentino Rossi di Ajang Grand Prix, Nomor 1 Berikan Gelar Terbanyak bagi The Doctor

Setahun setelahnya, kakak dari Luca Marini itu beralih ke mini moto pada 1991 dan memenangkan banyak balapan regional. Dua tahun berselang, Rossi menyelesaikan musim pertamanya di Kejuaraan Produksi Olahraga Italia, tepatnya pada 1993. Kala itu, dia mencapai posisi terdepan di balapan terakhirnya.

BACA JUGA: Penyebab Performa Buruk Valentino Rossi Jelang Pensiun dari MotoGP

Musim berikutnya, yakni 1994, Rossi masuk ke pabrikan Mito oleh Lusaudi hingga memenangkan gelar Italia. Kegemilangannya langsung berlanjut pada musim 1995. Pasalnya, ia memenangkan Kejuaraan Dunia di kelas 125 cc, sebelum akhirnya beralhir ke Aprilia di musim yang sama.

Setahun berselang, tepatnya pada 1996, Rossi memulai karier motor grand prix. Sayangnya, ia menyelesaikan musim pertamanya dengan kurang baik setelah berakhir di urutan kesembilan dengan 111 poin.

Namun, hasil itu tak membuatnya menyerah. Pasalnya, Rossi berhasil keluar sebagai juara di kelas 125 cc. Dari situ, ia mulai mendapatkan panggung. Banyak penggemar yang ia dapatkan setelah kemenangan tersebut.

Pada 1998, Rossi naik kelas ke 250 cc. Tahun itu merupakan akhir musimnya sebagai rookie. Tak seperti tahun pertama di kelas motor grand prix 125 cc, dia langsung menempati posisi kedua pada tahun pertamanya dengan 201 poin dan hanya terpaut 23 poin dari sang juara, Loris Capirossi.

Valentino Rossi

Mengakhiri musim di tempat kedua, menjadi modal apik Rossi di seri selanjutnya, yakni 1999. Pasalnya, ia berhasil menyelesaikan musim di tempat pertama dan mencapai gelar kejuaraan dunia keduanya.

Karena kegemilangannya itu, Rossi diboyong Honda di kelas 500 cc pada 2000. Pada musim pertamanya, ia berhasil menyelesaikan musim di posisi kedua dengan 209 poin dari 10 podium. Menariknya, ia langsung tancap gas pada musim 2001 hingga 2003 sebagai juara.

Dan lagi, pencapaiannya itu langsung membuat Honda mengangkatnya ke kasta paling tinggi di dunia balap motor, MotoGP, pada 2002. Tampak tak kesulitan, ia langsung menjadi juara dengan 355 poin dari 15 podium. Pencapaian itu dilanjutkan pada MotoGP 2003 dengan 357 poin.

Valentino Rossi

Sayangnya, MotoGP 2003 menjadi perpisahannya bersama Honda. Rossi berlabuh ke Tim Yamaha pada 2004 dan kembali menjadi juara beruntun hingga MotoGP 2005.

Kendati begitu, tren positifnya harus terhenti usai itu. Pasalnya, ia hanya mengakhiri musim MotoGP 2006 di posisi kedua, dan di tempat ketiga pada MotoGP 2007. Namun setelah itu, ia berhasil kembali menjadi kampiun pada MotoGP 2008 dan 2009.

Semusim berselang, MotoGP 2010 menjadi penutup karier Rossi bersama Yamaha. Sayangnya, penutupan itu tak berlangsung indah karena hanya menempati posisi ketiga. Mengingat, ia langsung bergabung dengan Ducati pada MotoGP 2011.

Namun, kariernya tak begitu indah selama dua musim bersama Ducati. Pasalnya, ia hanya mengakhiri musim diperingkat ketujuh pada MotoGP 2011, dan di tempat keenam pada MotoGP 2012. Tampak tak cocok, ia kembali dengan tim Yamaha untuk MotoGP 2013.

Valentino Rossi

Benar saja, performanya langsung membaik di Tim Yamaha meski tak langsung menjadi juara. Mengingat, ia hanya mampu menyelesaikan musim MotoGP 2013 di urutan ke-4.

Setelah itu, ia tampak kesulitan untuk kembali mendulang gelar juara. Pasalnya, peringkat tertingginya hanya mengakhiri musim di posisi kedua. yakni, pada MotoGP 2014, hingga MotoGP 2016.

Performanya Rossi tampak sedikit melempem sejak MotoGP 2017 setelah mengakhiri musim di tempat ke-5. Dia akhirnya kembali ke tiga besar pada MotoGP 2018.

Sayangnya, The Doctor harus mengakui usianya yang tak lagi muda usai musim tersebut. Mengingat, ia tak lagi mampu menembus posisi terbaik di musim-musim berikutnya.

Valentino Rossi

Pada MotoGP 2019, Rossi hanya berada di posisi tujuh. Kemudian pada MotoGP 2020, dia juga makin terpuruk dengan mengakhiri musim di peringkat 15. Pada musim ini, The Doctor sedang bertengger di urutan 20, dan baru mengemas 38 poin.

Namun begitu, The Doctor tetap selalu mendapat tempat di hati penggemar MotoGP, baik dalam kondisinya yang baik ataupun tidak. Kini, keputusannya untuk pensiun pun akan membuat banyak orang kehilangan.

Aksinya atas sirkuit akan sangat dirindukan oleh para penggemar. Mengingat, tahun ini adalah musim terakhirnya bagi para penggemar balap untuk melihat tariannya di atas lintasan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini