Tiga target itu merupakan sasaran utama dari DBON ini. Ada juga target perantara, yakni juara di ajang seperti SEA Games, Asian Games, hingga Para Games setiap tahunnya.
Adapun model pembinaan dari DBON ini, yaitu pemerintah bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk menciptakan atlet berprestasi. Bentuknya berupa latihan sebanyak minimal 10 ribu jam atau butuh waktu 8-10 tahun.
“Ini project jangka panjang yang artinya butuh pembinaan dari jauh-jauh hari. Tidak bisa ujug-ujug mengharapkan juara satu tahun berikutnya,” lanjut Jonni.
Kembali ke perhelatan Olimpiade dan Paralimpiade, DBON ini akan menetapkan target terdekat untuk mendulang medali emas pada 2032. Medali itu akan datang dari 14 cabor unggulan Olimpiade dan 15 cabor Paralimpiade.
(Djanti Virantika)