Sumbang Poin untuk Indonesia di Final Piala Thomas 2020, Fajar/Rian: Ganda Putra Bukan Hanya Minions dan The Daddies!

Cikal Bintang, Jurnalis · Senin 18 Oktober 2021 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 17 40 2487734 sumbang-poin-untuk-indonesia-di-final-piala-thomas-2020-fajar-rian-ganda-putra-bukan-hanya-minions-dan-the-daddies-Chqb3qTFLj.jpeg Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. (Foto: PBSI)

AARHUS Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto merasa sangat bahagia karena berperan penting dalam keberhasilan Indonesia dalam menjuarai Piala Thomas 2020. Fajar/Rian yang turun di partai kedua sebagai ganda putra pertama itu sukses membuktikan diri bahwa mereka tak kalah dari rekan setimnya yang lain.

Seperti yang diketahui, Fajar/Rian selalu dibayang-bayangi pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Namun, di Piala Thomas 2020 itu Fajar/Rian senang karena bisa membuktikan bahwa ganda putra Indonesia tidak hanya Minions dan The Daddies.

Fajar/Rian sendiri berhasil mengalahkan ganda putra China, He Ji Ting/Zhou Hao Dong di final Piala Thomas 2020. Usai pertandingan, Fajar mengungkapkan kemenangan tersebut menjadi momentum pembuktian baginya.

Baca JugaL Ikut Rayakan Kemenangan Indonesia, Presiden Jokowi: Piala Thomas Akhirnya Kembali!

Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (Badminton Photo)

Bertanding di Ceres Arena, Denmark pada Minggu 17 Oktober 2021 malam WIB, Fajar/Rian langsung menang dalam dua gim langsung. Duet Indonesia itu mengalahkan He/Zhou tanpa ampun dengan skor 21-12 dan 21-19. Kemenangan ini membikin Indonesia sementara unggul 2-0 atas China di Final Piala Thomas 2020.

Seusai pertandingan, Fajar mengungkapkan hasil positif tersebut membuatnya sangat percaya diri. Ia menyatakan ini merupakan momentum pembuktian dan regenerasi bagi tim bulu tangkis Indonesia, terkhusus di sektor ganda putra.

“Yang pasti siapapun yang diturunkan (menjadi ganda pertama maupun kedua) kami selalu siap. Ini salah satu momentum pembuktian kami, kami pengen juga dipercaya untuk menjadi tulang punggung Indonesia,” ucap Fajar usai pertandingan dikutip dari laman resmi BWF, Senin (18/10/2021).

“Jadi, tidak hanya Marcus/Kevin dan Hendra/Ahsan dan regenerasi agar terus berjalan. kita siap ditunjuk, kita siap bertanding,” sambungnya.

Lebih lanjut, Fajar juga mengatakan berlaga di final Piala Thomas merupakan impiannya sejak kecil. Ia juga bertekad dan sangat berharap Indonesia bisa mengakhiri puasa gelar Piala Thomas setelah terakhir kali merengkuhnya pada tahun 2002.

“Yang pasti luar biasa atmosfernya (dalam pertandingan ini), ini salah satu impian kita dari kecil. Salah satu target kita ingin memenangkan Piala Thomas ini setelah 19 tahun,” lanjutnya.

Selain itu, pebulu tangkis asal Bandung tersebut juga mengungkapkan kunci kemenangannya atas duet China. Menurutnya, fokus kepada pertandingan dan tidak gegabah saat memimpin adalah kuncinya.

Marcus/Kevin (Badminton Photo)

“Kita tidak memikirkan masalah poin yang penting kita terus fokus. Yang penting kita selalu berfikir positif, satu demi satu, apalagi di poin krusial,” ucapnya.

“Kita samasekali tidak memikirkan kita memimpin lebih jauh. Kita selalu memikirkan step by step, jadi ga mikirin leading,” tambahnya.

Berkat poin dari Fajar/Rian, lalu sebelumnya Anthonu Sinisuka Ginting, serta diselesaikan dengan manis oleh Jonatan Christie, Indonesia akhirnya berhasil menjuarai Piala Thomas setelah menanti 19 tahun lamanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini