"Banyak orang mengatakan ketika kami menandatangani kontrak dengan Valentino bahwa itu adalah risiko dan memang begitu,” kata Jarvis dilansir dari Motosan, Kamis (7/10/2021).
“Kami mengambil Lorenzo karena kami berpikir bahwa Valentino mungkin pergi ke Formula 1, jadi kami membutuhkan rencana suksesor. Itu tidak cocok dengan Valentino karena dia dulunya nomor satu di tim. Saat itulah gesekan dimulai,” lanjutnya.

Akan tetapi, kondisi semakin pelik ketika Lorenzo berhasil keluar sebagai juara dunia pada musim 2010. Hal itu membuat Rossi membuat pertanyaan pilihan dengan memilihnya atau Lorenzo. Pada momen itulah, akhirnya Rossi berpisah dari Yamaha dan bergabung dengan Ducati.
"Pada 2010, dia memberi pilihan sebelum pergi kami diberikan pilihan Rossi atau Lorenzo, yang tidak dapat kami terima, jadi hubungan kami mulai sangat buruk dan ada banyak perasaan pahit,” pungkasnya.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.