Dukung Indonesia sebagai Tuan Rumah Piala Asia Basket 2021, Pemerintah Cairkan Dana Rp34,4 Miliar

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Sabtu 25 September 2021 10:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 25 43 2476637 dukung-indonesia-sebagai-tuan-rumah-piala-asia-basket-2021-pemerintah-cairkan-dana-rp34-4-miliar-XKknsLUbPZ.jpeg Pemerintah cairkan dana Rp34,4 miliar untuk dukung Indonesia sebagai tuan rumah Piala Asia Basket 2021 (Foto: Ist)

JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mendukung penyelenggaraan Piala Asia Basket 2021 (FIBA Cup Asia 2021). Indonesia akan menjadi tuan rumah pada gelaran tersebut.

Sebagai bentuk dukungan, Kemenpora melalui Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Dana dan Usaha Keolahragaan (BLU LPDUK) akan segera mencairkan anggaran Commitment Fee dan Implementation Deposit sebesar 2,4 juta dolar AS atau sekitar Rp34,4 miliar.

Hal tersebut ditendai dengan memperbarui Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pengelolaan Dana dan Pengembangan Usaha Keolahragaan yang sebelumnya telah kadaluarsa. Penandatanganan dilakukan Plt Direktur BLU LPDUK Kemenpora Firtian Judiswandarta dan Ketua Umum PP Perbasi, Denny Kosasih di Jakarta.

"Dengan ditandatanganinya MoU ini, kita telah bersepakat menjalin kerja sama saling menguntungkan sebagai bentuk usaha mendukung kemajuan industri olahraga Indonesia, khususnya bola basket," kata Plt Direktur LPDUK, Firtian Judiswandarta dalam keterangan pers yang diterima MNC Portal Indonesia, Sabtu (25/9/2021).

Baca juga: Demi Lolos ke Piala Dunia Basket 2023, Erick Thohir Minta Timnas Indonesia Matangkan Persiapan

Pencairan anggaran ini menindaklajuti arahan Menpora merujuk pada hasil Ratas Kabinet 2 Juni 2021 serta Instruksi Presiden tentang FIBA Asia Cup 2021. Karena menggunakan anggaran pemerintah dan penetapan peraturan perundang-undangan (Perpres), pendapatan komersil FIBA Asia Cup 2021 termasuk PNBP (Penerimaam Negara Bukan Pajak) yang pengelolaannya harus lewat LPDUK dan dapat digunakan lagi oleh Panitia/PP Perbasi untuk kepentingan penyelenggaraan event.

MoU ini menjadi bagian tak terpisahkan dari proses persiapan menghadapi FIBA Asia Cup 2021, meski tidak eksplisit menyebutkannya karena MoU masih bersifat general. Bahkan tidak menutup kemungkinan juga menjadi dasar kerjasama untuk Piala Dunia Bola Basket 2023 (FIBA World Cup 2023) dimana Indonesia juga akan menjadi tuan rumah.

Kedua belah pihak sepakat menjadikan MoU ini sebagai dasar untuk membuat perjanjian kerja sama yang rinciannya akan disepakati kemudian. MoU ini berlaku selama tiga tahun hingga 2024, dapat diadendum atau diperpanjang.

Ruang lingkup Kerja sama yang tertuang dalam MoU diantaranya pengelolaan dana komersial, Hak Intelektual kegiatan, market place, merchandise, PPOB, streaming hak media dan penyiaran (media and broadcasting right), dan kontraprestasi sponsor; Kerja Sama penyelenggaraan kegiatan cabang olahraga multi/single event Nasional, Regional dan Internasional; Kerja Sama Pengembangan Usaha Keolahragaan dan lainnya yang disepakati.

 

Kedua belah pihak juga sepakat, tiap pengelolaan pendapatan komersial oleh LPDUK dilakuksan secara efektif, efisien, transparan dan akuntabel dalam mendukung terwujudnya sukses kegiatan di bidang peningkatan  manajemen keolahragaan bolabasket, peningkatan kualitas atlet, peningkatan sarana dan prasarana, sebagai salah satu sub komponen sukses penyelenggaraan keolahragaan serta mendorong berkembangnya industri olahraga bola basket di Indonesia.

LPDUK dan PP Perbasi berharap, banyak sponsor yang berpartisipasi pada FIBA Asia Cup 2021 dan kemudian FIBA World Cup 2023. Mengingat kebutuhan anggaran untuk penyelengaraan event sangat besar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini