Jelang Pembukaan, Penyelenggara Paralimpiade Tokyo 2020 Perketat Aturan Protokol Kesehatan

Antara, Jurnalis · Senin 23 Agustus 2021 04:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 22 43 2459363 jelang-pembukaan-penyelenggara-paralimpiade-tokyo-2020-perketat-aturan-protokol-kesehatan-x2O149ZdEU.jpg Petugas keamanan Jepang melintas di depan logo Paralimpiade di Tokyo. (Foto/Reuters)

TOKYO – Mencegah penyebaran Covid-19, penyelenggara Paralimpiade Tokyo 2020, memperketat aturan protokol kesehatan, termasuk meningkatkan intensitas tes virus corona. Otoritas juga membatasi pergerakan peserta menjelang upacara pembukaan.

Paralimpiade akan dibuka Selasa (24/8/2020). Sebelumnya acara olahraga ini mengalami penundaan karena pandemi selama satu tahun.

Foto/Reuters

Penyelenggara Olimpiade telah melaporkan 547 kasus terkait dengan Olimpiade Tokyo sejak 1 Juli, namun sudah ada 131 kasus di antara peserta Paralimpiade bahkan dua hari sebelum upacara pembukaan.

Baca juga: Paralimpiade Tokyo 2020 Segera Mulai, NOC Indonesia Perkuat Kerja Sama dengan NPC Indonesia

Sementara itu, Jepang telah melaporkan lebih dari 25.000 kasus harian secara nasional dalam beberapa hari terakhir, bahkan di tengah kondisi beberapa wilayah termasuk Tokyo berada dalam keadaan darurat COVID-19.

Baca juga: Profil Atlet Paralimpiade Tokyo 2020: Sudah Berusia 51 Tahun, Ukun Rukaendi Tetap Berprestasi

Peserta Paralimpiade, seperti rekan-rekan mereeka di Olimpiade, harus mengikuti aturan dalam buku pedoman atau "playbooks" yang mengharuskan mengenakan masker, melakukan tes harian untuk atlet dan membatasi pergerakan.

Namun, CEO Tokyo 2020 Toshiro Muto, Minggu, mengatakan "diperlukan tindakan hati-hati lebih lanjut," dikutip dari AFP.

Langkah terbaru untuk mencegah penyebaran COVID-19 itu termasuk mengharuskan staf yang berbasis di Jepang di Kampung Atlet -- yang saat ini dites setiap empat hari sekali -- untuk dites setiap hari.

Selain itu, aturan yang mengizinkan beberapa peserta dapat berpergian dengan transportasi umum dan bergerak bebas setelah 14 hari pembatasan akan dibatalkan.

"Kami meminta mereka untuk makan di fasilitas di dalam arena Olimpiade atau hotel tempat mereka menginap, makan sendiri-sendiri tanpa berbicara," kata Muto.

Foto/Reuters

"Mengenai tempat-tempat yang bisa mereka kunjungi, kami meminta mereka untuk membatasi itu pada tempat-tempat di daftar pekerjaan mereka," tambahnya.

Sebelumnya, beberapa peserta sudah bisa menggunakan angkutan umum dan berpergian tanpa izin setelah 14 hari berada di Jepang.

Sebagian besar dari mereka yang terkait dengan Paralimpiade yang sejauh ini dites positif adalah staf dan kontraktor Tokyo Games yang berbasis di Jepang, namun empat atlet dan 10 pekerja media juga dinyatakan positif.

Kasus COVID-19 di Jepang secara keseluruhan tetap relatif kecil dibandingkan dengan beberapa negara yang terkena dampak parah, dengan sekitar 15.500 kematian.

Namun, vaksinasi di negara tersebut dimulai dengan lambat dan pemerintah saat ini mengebut jumlah vaksinasi, dengan sekitar 40 persen dari populasi telah divaksinasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini