Dapat Medali Perunggu di Olimpiade Tokyo 2020, Rahmat Erwin Abdullah Selalu Ingat Pesan Ayah

M. Srahlin Rifaid, Jurnalis · Rabu 28 Juli 2021 21:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 43 2447555 dapat-medali-perunggu-di-olimpiade-tokyo-2020-rahmat-erwin-abdullah-selalu-ingat-pesan-ayah-tkzKizm1zu.JPG Rahmat Erwin Abdullah turun di kelas 73 kg. (Foto/Reuters)

JAKARTA – Lifter Indonesia, Rahmat Erwin Abdullah, mendapatkan medali perunggu setelah berjuang di kelas 73 kg angkat besi Olimpiade Tokyo 2020. Ia juga sangat senang karena ampu mewujudkan mimpi sang ayah, Erwin Abdullah.

Rahmat merebut medali perunggu di nomor 73 kg putra setelah mencatatkan total angkatan 342 kg. Hasil ini cukup mengejutkan mengingat Rahmat datang dari Grup B, namun mampu menyingkirkan para lifter di Grup A hingga bertahan di urutan ketiga.

Foto/Reuters

Ternyata, lifter berusia 21 tahun itu tak sekadar meraih ambisi pribadi, Rahmat juga turut mewujudkan mimpi sang ayah. Sang ayah yang kini menjadi pelatihnya, turut mendampingi Rahmat di Tokyo selama Olimpiade berlangsung. Rahmat menjelaskan bahwa dia selalu ingat dengan pesan ayahnya yang selalu memotivasi untuk dapat berhasil bermain di Olimpiade.

Baca juga: Rahmat Erwin Abdullah Raih Medali Perunggu di Olimpiade Tokyo 2020, Masyarakat Sulsel Sangat Bangga

"Saya masih ingat terus kata-kata bapak. ‘Mat, kamu mau rasain yang pernah bapak rasain di Olimpiade. Soalnya, bapak belum sempat bertanding. Itu selalu diulang terus sama bapak akhir-akhir ini,” ujar Rahmat, pada keterangan pers dari NOC Indonesia, Rabu (28/7/2021).

Baca juga: Raih Perunggu di Olimpiade Tokyo 2020, Rahmat Erwin Abdullah: Ini untuk Keluarga Saya

"Saat itu, aku bilang gini. Aku mau rasain yang nggak pernah bapak alami yakni bertanding di Olimpiade. Kini, saya tak cuma melakukannya di Olimpiade 2020 Tokyo, tetapi juga pulang membawa medali,” lanjutnya.

Rahmat juga menambahkan, bahwa sang ayah pernah memiliki kesempatan tampil di Olimpiade Athena 2004. Namun, mimpi itu harus dikubur karena saat itu mengalami cedera.

"Ayah tidak bisa bertanding di Olimpiade 2004 Athena karena waktu itu badannya sedikit tidak enak dan diperiksa dokter lalu dilarang bertanding," sambungnya.

Sang ayah, Erwin, juga ikut menanggapi atas keberhasilan anaknya tersebut. Dia menceritakan bahwa Rahmat terinspirasi menjadi atlet angkat besi karena dirinya.

Foto/Reuters

"Saya dan istri memang suka bercerita kepada Rahmat tentang perjalanan kami berdua saat menjadi atlet. Tampil di berbagai event internasional di luar negeri. Ya, itu yang menjadi inspirasi Rahmat untuk menjadi lifter angkat besi," katanya.

Perlu diketahui, Ayah Rahmat, Erwin merupakan mantan lifter nasional. Dia pernah mendapatkan tiket Olimpiade Athena, tetapi tidak bisa bertanding karena cedera tulang punggung bagian belakang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini