Bela Negara Lain, Bagaimana Peluang Dua Pebulu Tangkis Indonesia Ini di Olimpiade Tokyo 2020?

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 27 Juli 2021 08:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 27 40 2446507 bela-negara-lain-bagaimana-peluang-dua-pebulu-tangkis-indonesia-ini-di-olimpiade-tokyo-2020-160fFKcyqM.jpg Ade Resky Dwicahyo saat bela tim bulu tangkis junior Indonesia. (Foto: PBSI)

ADA dua pebulu tangkis yang lahir dan besar di Indonesia, namun tidak memperkuat kontingen Tanah Air di Olimpiade Tokyo 2020. Mereka memilih membela negara lain dalam beberapa tahun terakhir.

Dua pebulu tangkis yang dimaksud adalah Setyana Mapasa dan Ade Resky Dwicahyo. Setyana Mapasa membela Australia sejak 2014, sedangkan Ade Resky Dwicahyo memperkuat Azerbaijan dari 2017.

Setyana Mapasa

(Setyana Mapasa saat turun di Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: REUTERS)

Setyana Mapasa turun di nomor ganda putri bersama Gronya Somerville. Pasangan tersebut berada di grup C babak penyisihan cabor bulu tangkis Olimpiade Tokyo 2020. Untuk sementara, Setyana/Somerville terjerembab di posisi empat klasemen dengan nilai 0.

Meski begitu, peluang mereka lolos ke babak selanjutnya masih terbuka lebar. Hal itu asalkan Setyana/Somerville menang straight game melawan pasangan Denmark, Maiken Fruergaard/Sara Thygesen, pada pertandingan terakhir yang berlangsung Selasa (27/7/2021) pagi WIB.

Kemenangan sayangnya belum tentu membawa mereka lolos. Setyana/Somerville harus berharap Du Yue/Li Yinhui menang atas Lee So-hee/Shin Seung-chan pada pertandingan lain yang berlangsung sore nanti. Dengan demikian, mereka akan unggul head-to-head dengan Fruergaard/Thygesen.

BACA JUGA: 3 Pebulu Tangkis Indonesia Ini Pilih Bela Negara Lain, Nomor 1 Bela Azerbaijan di Olimpiade Tokyo 2020

Lolos pun, Setyana/Somerville maksimal berstatus runner-up grup. Peluang mereka untuk bertemu wakil Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, terbilang kecil. Sebab, Greysia/Apriyani sendiri masih harus menentukan nasib sebagai juara grup atau runner-up via pertandingan terakhir.

Lantas, bagaimana dengan Ade Resky? Pebulu tangkis yang mengusung bendera Azerbaijan itu juga punya kans kecil untuk lolos dari babak penyisihan grup L nomor tunggal putra. Betapa tidak, di nomor tunggal putra hanya juara grup saja yang berhak lolos ke babak selanjutnya.

Ade Risky Dwicahyo

(Ade Resky bela Azerbaijan. (Foto: PBSI)

Ade Resky jerada satu grup dengan unggulan asal Denmark, Anders Antonsen! Pebulu tangkis berperingkat tiga dunia versi BWF tersebut jelas lebih diunggulkan untuk lolos dari penyisihan grup L.

Saat ini saja, Antonsen sudah mengantongi satu kemenangan melawan wakil Vietnam, Nguyen Tien Minh. Sementara itu, Ade Resky masih belum main. Dia baru akan turun gelanggang pada Selasa (27/7/2021) malam WIB melawan Tien Minh.

Andai menang, Ade Resky bakal menjalani partai hidup mati melawan Antonsen pada Rabu 28 Juli 2021 malam WIB. Di atas kertas, Antonsen jelas bakal menang mudah. Apalagi, dia mendapat waktu istirahat tiga hari sejak laga melawan Tien Minh!

Sulit melihat Antonsen kalah dari Ade Resky pada pertandingan esok hari. Karena itu, peluang Ade untuk melenggang ke babak berikutnya, dan bertemu wakil Indonesia seperti Anthony Sinisuka Ginting atau Jonatan Christie di fase gugur Olimpiade Tokyo 2020 sangat kecil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini