ANDORRA – Pembalap Tim Suzuki Ecstar, Joan Mir, mengaku tidak merasa kepribadiannya berubah usai menjadi juara dunia MotoGP 2020. Mir menegaskan bahwa dirinya masih sosok yang sama seperti sebelum berstatus sebagai juara dunia.
Sebagaimana diketahui, Mir memang membuat kejutan kala menjalani kampanye di MotoGP 2020. Ya, pembalap asal Spanyol tersebut secara mengejutkan mampu merengkuh titel juara dunia MotoGP 2020.

Padahal di awal kejuaraan dunia musim lalu, Mir memang bukanlah pembalap unggulan untuk menjadi juara dunia. Namun Mir berhasil menjawab keraguan banyak pihak kepada dirinya dengan performa gemilang hingga akhirnya menjuarai MotoGP 2020.
Keberhasilan Mir tersebut pun menyudahi penantian panjang bagi Tim Suzuki untuk bisa merasakan manisnya titel gelar juara dunia. Tak hanya itu, Mir juga memperpanjang dominasi pembalap asal Spanyol di MotoGP.
Baca Juga: 5 Calon Pengganti Marc Marquez di Repsol Honda dari Spanyol, Nomor 1 Juara Dunia MotoGP
Akan tetapi, setelah menjadi juara dunia, beberapa pihak menilai bahwa kepribadian Mir mengalami perubahan yang sangat signfikan. Bahkan tidak sedikit yang mengatakan bahwa Mir kini menjadi sedikit arogan kala berada di lintasan atau paddock Tim Suzuki.
Mir pun lantas memberikan tanggapan mengenai tuduhan yang ditujukan kepadanya. Pembalap berkebangsaan Spanyol tersebut dengan tegas membantah bahwa kepribadiannya berubah semenjak berhasil menjuarai MotoGP 2020.
“Gelar dunia tak mengubah diri saya. Gelar dunia hanya membantu Anda mendapatkan lebih banyak pengalaman untuk memahami apa yang harus Anda lakukan pada waktu-waktu tertentu,” jelas Mir, seperti dilaporkan oleh Marca, Rabu (7/7/2021).
“Saya harus tetap bekerja keras. Pada saat musim baru dimulai, saya tidak mempunyai poin seperti pembalap lain, dan harus memulai dari nol lagi. Saya merasa bahwa para rival juga tidak berubah menjadi waspada kepada saya,” sambungnya.

“Mereka hanya melihat teknik saya dalam berkendara, namun itu hal yang normal dilakukan. Kami semua selalu menatap ke depan. Saya tak pernah berpikir gelar dunia adalah bukti hidup saya sudah di puncak. Meski situasi Anda dalam olahraga ini berjalan baik, Anda bodoh jika tak punya kehidupan lain.”
Baca Juga: Joan Mir Bingung Gelar Juara MotoGP Justru Bikin Dirinya Miliki Banyak Haters
“Ada orang-orang yang justru punya masalah ketika pensiun, hanya karena mereka punya standar hidup yang kelewat tinggi. Saya sendiri punya standar hidup yang lebih rendah. Kalau Anda terlalu serius menjalani hidup, maka takkan ada kebahagiaan di sana,” tuntas pembalap berusia 23 tahun tersebut.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.