Share

Agostini: Hanya Anggur yang Tambah Tua Semakin Bagus, Tidak dengan Valentino Rossi

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Selasa 06 Juli 2021 18:42 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 06 38 2436495 agostini-hanya-anggur-yang-tambah-tua-semakin-bagus-tidak-dengan-valentino-rossi-irVxC37bMK.jpg Pembalap Tim Petronas Yamaha SRT, Valentino Rossi. (Foto: MotoGP)

LEGENDA balap MotoGP, Giacomo Agostini mengaku heran mengapa sampai saat ini Valentino Rossi masih berusaha keras untuk mengikuti balapan di usia yang sudah menginjak 42 tahun. Menurutnya Rossi sudah kesulitan untuk bersaing dan tampil kompetitif di usia yang sudah tak muda tersebut.

Agostini pun heran apa yang menjadi alasan Rossi masih kekeuh untuk terus balapan. Padahal ia tak melihat Rossi seperti selayaknya anggur yang bertambah tua justru semakin bagus dan nikmat.

Menurut Agostini, Rossi bukanlah anggur jadi tak seharusnya tetap balapan di usianya yang kini sudah lebih dari 40 tahun. Dengan begitu, Agostini sebenarnya berharap The Doctor bisa mengakhiri kariernya secepat mungkin, setidaknya hingga MotoGP 2021 berakhir.

Baca Juga: Tak Perlu Pensiun, Valentino Rossi Masih Bisa Balapan di MotoGP 2022
Momen Valentino Rossi kecelakaan saat balapan

“Hanya anggur yang semakin baik seiring bertambahnya usia. Tetapi, kadang-kadang itu juga bisa berubah menjadi cuka,” ungkap Agostini, dilansir dari Speedweek, Selasa (6/7/2021).

Menurut Agostini, sulit melihat keajaiban terjadi di usia atlet seperti Rossi. Jadi, ia melihat sulit bagi Rossi untuk bisa bersaing menjadi yang terbaik ketika sudah semakin tua.

Bagi Agostini, usia memang menjadi musuh utama para atlet. Sebab ia percaya di dunia balap seperti MotoGP, pembalap yang jauh lebih muda akan lebih cepat dari diri sendiri ketika sudah beranjak tua.

Agostini berkata seperti itu karena ia sudah merasakannya langsung. Ia mengaku kesulitan bersaing dengan pembalap lain ketika sudah berusia. Karena merasa sudah tak kompetitif lagi, Agostini pun langsun memilih untuk pensiun.

Menurut Agostini, dunia balap berbeda dengan dunia tinju. Pada ajang tinju, terkadang para petarung yang sudah tua masih bisa bertarung, tapi itu pun bersaing dengan petinju yang juga sudah berumur.

Bertarung dengan sesama petinju yang sudah tua dirasa Agostini bisa dilakukan di dunia tinju, tapi tidak di ajang balapan MotoGP. Karena itulah, ia merasa sudah waktunya bagi Rossi untuk memikirkan pensiun dari olahraga balap yang sudah membesarkan namanya tersebut.

Valentino Rossi

“Saya hampir tidak percaya pada keajaiban. Seperti banyak atlet lainnya, saya telah mengalami secara langsung bahwa Anda tidak dapat melakukan apa pun waktu kehidupan (usia seseorang),” sambung Agostini.

“Anda dapat berakselerasi sebanyak yang Anda inginkan, tetapi itu akan selalu ada lebih cepat dari Anda. Ini adalah olahraga tingkat tertinggi. Pada usia tertentu, seperti yang telah dicapai Valentino, di dunia tinju masih sering terlihat beraksi, tetapi mereka hanya berkelahi di antara orang-orang tua. Ini disebut pertunjukan, yang di dunia kita, di motorsport, tidak akan berhasil,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini