BWF Batalkan Singapura Open 2021, Gloria Emanuelle Widjaja Soroti Dampak bagi Pebulu Tangkis Asia

Antara, Jurnalis · Kamis 13 Mei 2021 16:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 13 40 2409823 bfw-batalkan-singapura-open-2021-gloria-emanuelle-widjaja-soroti-dampak-bagi-pebulu-tangkis-asia-BpWj3KnWXU.jpg Glorian Emanuelle Widjaja. (Foto/Badminton Photo)

JAKARTA - Pebulu tangkis ganda campuran Gloria Emanuelle Widjaja mengaku pasrah dengan keputusan Federasi Bulu tangkis Dunia (BWF) yang membatalkan turnamen Singapura Open 2021. Turnamen tak jadi dilaksanakan karena situasi pandemi COVID-19 yang masih mengkhawatirkan. Hanya saja, dia menyoroti dampak bagi pebulu tangkis Asia. 

Gloria memaklumi keputusan tersebut karena situasi masih dalam keadaan yang tidak menentu.

"Jujur saya lebih berserah dengan apa yang terjadi. Masalahnya memang keadaan yang tidak pasti dan tidak jelas, ini menyangkut kesehatan seluruh pihak," kata Gloria dalam siaran pers mengutip Antara, Kamis (13/4/2021).

Foto/PBSI

Kendati begitu, atlet yang berpasangan dengan Hafiz Faizal ini menilai keputusan yang dikeluarkan BWF merupakan sikap yang tidak adil. Dia menyoroti dampak bagi pebulu tangkis di kawasan Asia.

Baca juga: BWF Resmi Batalkan Singapura Open 2021

Akibat pembatalan ini, Hafiz dan Gloria gagal meraih kesempatan mengamankan tiket ke Olimpiade Tokyo setelah sebelumnya tergeser dari peringkat delapan ke sembilan.

Baca juga: Siap Tempur di Spanyol Masters 2021, Shesar Targetkan Juara

Singapura Open, dan Malaysia Open yang terlebih dulu dibatalkan, menjadi dua turnamen kunci bagi Hafiz/GLoria yang menentukan ganda campuran tersebut lolos kualifikasi Olimpiade.

Kekecewaan juga dirasakan pelatih ganda campuran Pelatnas Cipayung, Richard Mainaky. Dia menyebut kedua pembatalan tersebut adalah kerugian besar bagi anak didiknya.

"Saya anggap BWF tidak adil. Seharusnya kejuaraan Eropa silahkan berjalan, tapi jangan dimasukan sebagai kualifikasi Olimpiade Tokyo. Jelas ini tidak adil karena hanya menguntungkan atlet Eropa," tegas Richard.

Ia pun mendukung jika PBSI melakukan diskusi dengan BWF agar dilakukan penyesuaian atau perubahan kembali. Harapannya BWF bisa mengambil kebijakan dan keputusan yang adil bagi seluruh atlet.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini