Bos Ducati Apresiasi Kerja Keras Francesco Bagnaia

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Rabu 21 April 2021 04:38 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 38 2398110 bos-ducati-apresiasi-kerja-keras-francesco-bagnaia-LYpOqsVohD.jpg Pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia (Foto: Instagram)

PORTIMAO - Bos Ducati, Davide Tardozzi, merasa terkesan dengan penampilan Francesco Bagnaia di MotoGP 2021. Rider Italia itu tampil menjanjikan pada musim perdananya membalap bersama tim pabrikan Ducati.

Bagnaia tercatat meraih dua kali podium pada tiga balapan awal musim ini. Baru-baru ini, rekan satu tim Jack Miller itu finis kedua saat mentas di MotoGP Portugal 2021.

 

Sementara sebelumnya, Bagnaia juga meraih podium tiga saat tampil di balapan perdana yang berlangsung di Sirkuit Losail, Qatar.

Pencapaian Bagnaia membuat Tardozzi mengingat kembali bagaimana perjuangan keras sang pembalap saat naik ke kelas utama pada 2017 lalu.

Tardozzi tidak memungkiri Bagnaia saat ini telah mengalami banyak peningkatan dan layak membela tim pabrikan di MotoGP 2021.

Baca juga: Francesco Bagnaia Sabet Podium di Portimao, Begini Komentar Valentino Rossi

"Saat Pecco tiba di Ducati, ia adalah rider paling buruk pada area pengereman dan corner entry. Ia pun bekerja keras memperbaikinya, ia percaya bisa melakukannya, dan kini ia jadi yang terbaik," ujar Tardozzi dilansir dari laman Corsedimoto, Rabu (21/4/2021).

"Pecco punya semua karakter untuk jadi juara dunia. Ia sangat tenang, 'dingin', tapi penuh semangat. Cara berkendaranya juga sangat halus, ia mengendarai 'monster' seolah berkata 'halo'," lanjutnya.

"Saya sudah bilang sejak musim dingin, Pecco akan jadi kejutan. Ia menunjukkan kemajuan mentalitas, ia semakin menyadari kemampuannya. Ia melewati masa-masa yang membuatnya merendah. Ia tiba di MotoGP sebagai juara dunia Moto2, namun situasinya tak mudah," sambung Tardozzi.

Berbicara mengenai hasil MotoGP Portugal 2021, Bagnaia mengaku sangat puas bisa kembali berdiri di podium. Pecco -sapaan akrab Bagnaia- merasa balapan kali ini cukup berat baginya setelah bersaing ketat dengan Joan Mir (Suzuki Ecstar) hingga menjelang garis finis.

“Saya pikir Joan (Mir) tepat di belakang saya, karena saya bisa dengar ia sangat dekat. Saya pikir, jika saya ada di depan sampai tikungan terakhir, mustahil baginya untuk menyalip, karena mesin saya sangat kuat,” ujar Bagnaia.

“Pada lap terakhir saya menjalani lap dengan baik. Jadi, saya pikir bakal lebih sulit baginya untuk menyalip. Saya harap bisa segera (menang)! Namun, terlalu dini bicara soal gelar,” tandas Juara Dunia Moto2 2016 itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini