“Adaptasi memang perlu kompromi. Tapi kasus saya spesial. Saya tiba di Ducati usai periode tak biasa. Saya tak dalam situasi bisa meminta-minta. Saya harus membuktikan masih kompetitif,” jelas Zarco, sebagaimana disadur dari Tuttomotoriweb, Sabtu (16/4/2021).
“Mereka pun melihat kemampuan adaptasi saya. Komentar saya membantu saya melaju lebih cepat, begitu juga masukan-masukan tim untuk saya. Impian saya tentu saja untuk bisa menjadi juara dunia di MotoGP,” sambung pembalap berusia 30 tahun tersebut.

“Ini target saya baik di dunia olahraga maupun secara pribadi. Jika bisa, maka segalanya akan oke, bakal lebih tenang. Untuk jadi juara, saya harus finis dengan keunggulan 15 detik! Tapi serius, yang harus kami lakukan adalah tetap kompetitif, menjalani balapan seperti di Qatar.”
Baca Juga: Marc Marquez Kembali Balapan, Ini Kata Johann Zarco
“Namun, musim lalu, sirkuit-sirkuit di mana tim pabrikan mengalami masalah, Ducati lainnya justru kompetitif. Selalu ada Ducati di depan. Ini berarti motor kami berpotensi, tergantung gaya balap si rider. Jika bisa melakukan hal yang benar pada waktu yang tepat, ia akan selalu ada di depan,” imbuhnya.
(Ramdani Bur)