PORTIMAO – Johann Zarco membeberkan harapan besarnya bersama Tim Pramac Ducati di kejuaraan dunia MotoGP. Ya, Zarco mengaku sangat berharap bisa merasakan manisnya gelar juara dunia bersama Tim Pramac Ducati.
Sebagaimana diketahui, Zarco memang direkrut oleh manajemen Tim Pramac Ducati sebagai pembalap mereka di MotoGP 2021. Ya, Zarco terpilih untuk menggantikan peran Jack Miller yang naik pangkat jadi pembalap pabrikan Ducati pada kejuaraan dunia tahun ini.
Pada awalnya banyak yang menaruh keraguan bahwa Zarco mampu menjinakkan motor Tim Ducati, yakni Desmosedici. Terlebih Desmosedici memang dikenal sebagai motor yang sangat sulit untuk dikendarai.

Akan tetapi kenyataannya di atas lintasan justru berbeda, yang mana Zarco terlihat begitu nyaman mengendarai Desmosedici. Hal tersebut terlihat dengan performa menjanjikan yang ditampilkannya dalam dua seri perdana MotoGP 2021.
Ya, dalam dua balapan yang dilangsungkan di Sirkuit Losail itu, Zarco memang tampil sangat luar biasa. Pada MotoGP Qatar 2021, Zarco sendiri berhasil finis di posisi kedua. Sementara dalam balapan di MotoGP Doha 2021, Zarco kembali berhasil mengklaim podium kedua.
Baca Juga: Soal Kandidat Juara MotoGP 2021, Marc Marquez: Saya Tidak Tahu
Dengan performa mengesankan tersebut, Zarco pun berhak memuncaki klasemen sementara MotoGP 2021. Ya, pembalap berkebangsaan Prancis tersebut saat ini mengoleksi 40 poin atau unggul empat angkat dari rider Tim Monster Energy Yamaha, yaitu Fabio Quartararo, di tempat kedua.
Zarco sendiri semakin percaya diri bahwa perjalanan kariernya bersama Tim Pramac Ducati bakal berlangsung mulus. Bahkan Zarco tidak segan menargetkan gelar juara dunia MotoGP bersama Tim Pramac Ducati.
“Adaptasi memang perlu kompromi. Tapi kasus saya spesial. Saya tiba di Ducati usai periode tak biasa. Saya tak dalam situasi bisa meminta-minta. Saya harus membuktikan masih kompetitif,” jelas Zarco, sebagaimana disadur dari Tuttomotoriweb, Sabtu (16/4/2021).
“Mereka pun melihat kemampuan adaptasi saya. Komentar saya membantu saya melaju lebih cepat, begitu juga masukan-masukan tim untuk saya. Impian saya tentu saja untuk bisa menjadi juara dunia di MotoGP,” sambung pembalap berusia 30 tahun tersebut.

“Ini target saya baik di dunia olahraga maupun secara pribadi. Jika bisa, maka segalanya akan oke, bakal lebih tenang. Untuk jadi juara, saya harus finis dengan keunggulan 15 detik! Tapi serius, yang harus kami lakukan adalah tetap kompetitif, menjalani balapan seperti di Qatar.”
Baca Juga: Marc Marquez Kembali Balapan, Ini Kata Johann Zarco
“Namun, musim lalu, sirkuit-sirkuit di mana tim pabrikan mengalami masalah, Ducati lainnya justru kompetitif. Selalu ada Ducati di depan. Ini berarti motor kami berpotensi, tergantung gaya balap si rider. Jika bisa melakukan hal yang benar pada waktu yang tepat, ia akan selalu ada di depan,” imbuhnya.
(Ramdani Bur)