Hanya Mau Tanding Lawan Dewa Kipas Kalau Ada Uangnya, Ini Klarifikasi GM Irene Kharisma

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Senin 22 Maret 2021 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 22 43 2381860 hanya-mau-tanding-lawan-dewa-kipas-kalau-ada-uangnya-ini-klarifikasi-gm-irene-kharisma-WzYXv8uptJ.jpg GM Catur Indonesia, Irene Kharisma Sukandar. (Foto: Instagram/irene_sukandar)

JAKARTA – Grand Master (GM) catur Indonesia, Irene Kharisma Sukandar, telah memastikan menyanggupi duel melawan Dadang Subur alias Dewa Kipas pada Senin (22/3/2021) pukul 15.00 WIB. Pertarungan catur itu pun bakal memperebutkan uang Rp200 juta untuk yang menang dan Rp100 juta untuk yang kalah, yang berarti total ada Rp300 juta yang disiapkan.

Semua dana itu merupakan hasil kerja sama Deddy Corbuzier dengan sejumlah pihak. Tentunya menarik melihat dana yang fantastis di sebuah permainan catur yang disebut hanya sekadar pertarungan persahabatan itu.

Disiapkannya uang yang cukup besar itu pun disebut karena dari pihak GM Irene Kharisma sendiri yang meminta ada hadiah dalam pertandingan catur tersebut. Sebab GM Irene Kharisma tak mau bertanding bila tak ada hadiah yang diperjuangkan.

Baca Juga: Dua Komentator Spesial Ini Dihadirkan di Duel Dewa Kipas vs GM Irene Kharisma

GM Catur Indonesia, Irene Kharisma Sukandar

Tentunya perkataan GM Irene Kharisma itu menjadi sebuah tanda tanya besar untuk masyarakat Indonesia. Banyak yang mengatakan GM Irene Kharisma sebagai orang yang mata duitan karena meminta uang di sebuah pertandingan persahabatan itu.

Mendapatkan anggapan seperti itu, GM Irene Kharisma lantas mencoba memberikan klarifikasi. Dalam video klarifikasi yang diupload-nya di youtube pribadinya, perempuan kelahiran 7 April 1992 itu mengatakan bahwa ia merasa dirinya memang meminta uang atau hadiah setiap kali tampil untuk bermain catur.

Hal itu pun dipastikan GM Irene Kharisma bukan karena ia mata duitan. Namun lebih karena ia merasa bahwa ia merasa bermain catur adalah profesinya yang wajar saja bila ia meminta hadiah ketika menjalani profesinya tersebut.

“Ada yang bertanya ‘mbak kenapa bertanding harus ada hadiahnya? Mbak mata duitan ya?’ Di sini mesti beri penjelasan juga. Catur ini adalah profesi saya. Di mana-mana saya menuliskan saya pecatur profesional,” ungkap Irene Kharisma di youtube-nya, Senin (22/3/2021).

“Hal itu saya lakukan karena saya menginginkan adanya apresiasi. Contoh penyanyi profesional, ketika diminta menyanyikan di suatu tempat, otomatis meminta hadiah atau meminta bayaran akan hasil usahanya tersebut. Sama seperti pecatur profesional,” tambahnya.

GM Catur Indonesia, Irene Kharisma Sukandar

“Jadi, apa pun profesionalitas yang ditekuni tentang hadian dan bayaran adalah hal yang sangat nomal. Perlu diketahui juga saat saya diundang ke turnamen-turnamen luar negeri untuk menjadi komentator, kehadiran grand master membuat suatu keuntungan bagi pihak penyelenggaranya,” lanjut perempuan berusia 28 tahun tersebut.

“Apa keuntungannya (bagi pihak penyelenggara?) Itu tergantung cara pengemasannya bagaimana. Jadi, jelas ya kenapa seorang profesional itu istilahnya harus ada embel-embel hadiahnya,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini