2 Gaya Lempar Cakram, Apa Saja?

Djanti Virantika, Jurnalis · Selasa 02 Maret 2021 17:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 02 43 2371034 2-gaya-lempar-cakram-apa-saja-psZUg3c6aw.jpg Lempar cakram. (Foto: Reuters)

GAYA lempar cakram ada beberapa jenisnya. Hal ini perlu diketahui lebih detail lagi agar setiap individu bisa menjalani olahraga lempar cakram dengan lebih baik dan tepat.

Ada dua jenis gaya dalam olahraga lempar cakram. Pertama, adalah gaya samping. Untuk mengaplikasikan gaya ini, seorang pemain harus melakukan sikap berdiri miring atau menyamping ke arah sasaran di awal.

Lempar cakram

Kemudian, dia harus mulai berputar dan lengan kanan diayun jauh ke belakang. Sumbu putaran pada kaki kiri (telapak kaki bagian depan atau ujung). Selama berputar, lengan kanan selalu di belakang.

BACA JUGA: Sejarah Lempar Cakram dan Penjelasannya

Pada posisi melempar, badan harus merendah dan lengan kanan di belakang. Pandangan fokus ke arah sasaran. Setelah cakram lepas dari tangan, kaki kanan melangkah ke depan berpijak di bekas telapak kaki kiri yang saat itu telah berayun ke belakang.

BACA JUGA: Ukuran Lapangan Lempar Cakram Sesuai Aturan

Gaya lempar cakram yang kedua adalah gaya belakang. Gaya ini diterapkan dengan sikap pertama berdiri membelakangi arah lemparan. Sesaat kemudian, lengan kanan diayun jauh ke belakang dan pandangan mulai melirik ke kiri.

Saat mulai berputar, ujung telapak kaki kiri sebagai sumbu dan tolakan. Badan kemudian meluncur ke arah lemparan, kaki kanan secepatnya diayun memutar ke kiri untuk berpijak. Sesaat kaki kanan mendarat, kaki kiri dengan cepat pula diayun ke kiri untuk berpijak dan terjadilah sikap lempar.

Setelah cakram lepas dari tangan, kaki kanan segera diayun ke depan. Sementara kaki kiri diayun ke belakang. Begitulah cara menerapkan lempir cakram dengan gaya belakang.

Lempar cakram

Lempar cakram sendiri diketahui merupakan salah satu nomor olahraga dalam atletik. Olahraga ini sudah masuk ke Olimpiade sejak 708 M.

Cakram yang digunakan dalam olahraga ini pada awalnya terbuat dari batu terupam halus. Selanjutnya, bahan baku diubah menjadi perunggu yang dicor dan ditempa. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini