Marc Marquez Pembalap Fenomenal

Andika Pratama, Jurnalis · Sabtu 20 Februari 2021 14:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 20 38 2365401 marc-marquez-pembalap-fenomenal-hT6W8aFje6.jpg Marc Marquez (Foto: MotoGP)

CASOLE D’ELSA – Manajer Tim Pramac Ducati, Fracesco Guidotti, menyatakan Marc Marquez (Repsol Honda) pembalap fenomenal. Menurut Guidotti, kehebatan Marc Marquez terbukti dari klasemen akhir kejuaraan.

Marc Marquez bisa dikatakan pembalap terkuat di kejuaraan sejak debutnya pada musim 2013. The Baby Alien -julukan Marc Marquez- meraih enam gelar juara MotoGP usai naik kelas dari Moto2. Performa terbaik Maquez tersaji di MotoGP 2019.

Marc Marquez (Foto: MotoGP)

Namun, Marc Marquez gagal mempertahankan gelar juaranya di MotoGP 2020. Penyebab Marc Marquez gagal pada musim lalu adalah cedera patah lengan kanan yang dideritanya setelah kecelakaan parah di MotoGP Spanyol 2020.

BACA JUGA: Malah Bikin Stres, Alex Minta Marc Marquez Berhenti Memberi Nasihat

Cedera itu memaksa Marc Marquez untuk absen selama semusim penuh. Saat Marc Marquez absen, para pembalap lain mulai memperlihatkan sinarnya dalam balapan.

BACA JUGA: Jangan Pungkiri Kehebatan Marc Marquez

Sebanyak sembilan pembalap silih berganti memenangkan balapan di MotoGP 2020. Salah satu di antara sembilan pembalap itu, yakni Joan Mir (Suzuki Ecstar), yang menjadi juara pada musim lalu.

Menurut Guidotti, fakta itu membuktikan dominasi Marc Marquez di MotoGP. Guidotti menilai para pembalap lain baru bisa bersinar dalam balapan dan kejuaraan jika Marc Marquez absen sebagaimana yang terjadi pada musim lalu.

"Musim 2020 jelas tidak biasa karena kami hanya balapan di sedikit trek dan sering dua kali di trek yang sama. Pada 2019, Marc (Marquez) meraih gelar dengan jumlah poin dua kali lipat dari Maverick Vinales di peringkat 3,” ujar Guidotti, mengutip dari GP One, Sabtu (20/2/2021).

Marc Marquez (Foto: MotoGP)

“Jika Anda menghapus Marc, pembalap lain akan bergantian naik podium, bahkan selama bertahun-tahun. Marc satu-satunya pembalap fenomenal. Itulah yang dikatakan oleh klasemen bukan saya," tutur Manajer Pramac itu.

"Kita bicara soal rider yang meraih enam gelar dalam tujuh tahun. Ini bukan opini, melainkan analisa fakta. Jika Anda menghapus Marc dari persaingan, banyak pembalap, yang sejatinya ada di depan, jadi sangat terlihat jelas," ungkapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini