Gara-Gara Valentino Rossi, Andrea Dovizioso Kesal pada Yamaha

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 15 Februari 2021 08:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 15 38 2362008 gara-gara-valentino-rossi-andrea-dovizioso-kesal-pada-yamaha-UZYYT4FOe6.jpg Andrea Dovizioso bersama Valentino Rossi (Foto: MotoGP)

FORLIMPOPOLI – Mantan pembalap MotoGP, Andrea Dovizioso, tampaknya masih kesal dengan perlakuan Yamaha pada awal Kejuaraan Dunia 2013. Gara-gara memulangkan Valentino Rossi, ia gagal promosi ke Tim Pabrikan Yamaha.

Ketika itu, Andrea Dovizioso berstatus sebagai pembalap tim satelit Tech3 Yamaha. Ia membela tim satelit tersebut setelah terdepak dari Repsol Honda. Harapan melambung tinggi ketika Yamaha tengah mencari pendamping Jorge Lorenzo untuk MotoGP 2013.

Baca juga: Dovizioso Ungkap Alasan Tolak Tawaran sebagai Pembalap Tes Yamaha

Capaian Andrea Dovizioso bersama Tech3 Yamaha tidak buruk-buruk amat. Ia mampu enam kali naik podium sepanjang MotoGP 2021. Pada klasemen akhir, Dovizioso menghuni peringkat empat dengan nilai 228.

Valentino Rossi berbaju Petronas SRT (Foto: Twitter/@sepangracing)

Wajar kemudian Andrea Dovizioso berharap diangkut ke tim pabrikan Yamaha. Tak disangka, tim berlogo garpu tala itu memilih memulangkan Valentino Rossi dari Ducati Corse. Perlakuan itu benar-benar membuat pembalap kelahiran Forlimpopoli tersebut kesal.

Baca juga: Valentino Rossi Bingung Andrea Dovizioso Nganggur Musim Depan

“Satu-satunya momen yang menyebalkan buat saya adalah, di tahun itu, saya punya capaian bagus dan menjadi yang kedua terbaik di Yamaha. Jorge (Lorenzo) adalah yang terbaik (juara dunia 2012),” ungkit Andrea Dovizioso, dikutip dari Corse di Moto, Senin (15/2/2021).

“Karena itu, normal jika saya ingin bergabung dengan tim pabrikan setahun kemudian. Namun, kondisinya tidak memungkinkan. Setelah dua tahun bersama Ducati, Valentino memutuskan kembali ke Yamaha, yang menyambutnya tanpa berpikir panjang. Itu satu-satunya momen yang menyebalkan,” lanjutnya dengan ketus.

Karena hal itu, Andrea Dovizioso lantas menerima pinangan Ducati Corse. Pembalap berusia 34 tahun itu bertahan dengan tim Ducati hingga akhir musim Kejuaraan Dunia MotoGP 2020.

Bersama Ducati Corse, Andrea Dovizioso berhasil menunjukkan kehebatannya. Ia menyumbang total 14 kemenangan yang merupakan jumlah terbanyak setelah Casey Stoner. Sayangnya, Dovizioso gagal menjadi juara dunia dan harus puas menyandang gelar runner-up tiga kali beruntun (2017-2019).

Andrea Dovizioso jadi pembalap tersukses kedua Ducati (Foto: MotoGP)

Trauma di masa lalu itu sepertinya masih membekas di benak Andrea Dovizioso. Ketika Yamaha menawari peran sebagai pembalap tes, Dovizioso langsung menolak. Ia berdalih penolakan itu karena belum merasa siap.

“Sejujurnya, saya merasa belum siap untuk menjadi pembalap tes, bukan karena pekerjaan itu tidak penting. Saya merasa seperti seorang pembalap (penuh waktu),” tegas Andrea Dovizioso.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini