Menolak Perbudakan Jadi Faktor Utama Legenda NBA Ini Memeluk Islam

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Rabu 03 Februari 2021 07:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 03 36 2355505 menolak-perbudakan-jadi-faktor-utama-legenda-nba-ini-memeluk-islam-Ki17dEO6zq.jpg Kareem Abdul-Jabbar (Foto: Instagram @kareemabduljabbar_33)

NEW YORK – Kareem Abdul-Jabbar adalah salah satu atlet Muslim paling berprestasi di dunia. Sepanjang kariernya sebagai pebasket profesional, Abdul-Jabbar telah menjuarai NBA sebanyak enam kali. Tak mengherankan jika sosoknya sekarang dianggap sebagai legenda.

Abdul-Jabbar sejatinya seorang Mualaf. Ia terlahir dengan nama Ferdinand Lewis Alcindor Jr dan tumbuh di dalam keluarga yang memeluk agama Katolik. Akan tetapi, pada 1971, tepatnya ketika berusia 24 tahun, ia memutuskan mengambil langkah berani untuk masuk Islam dan mengubah namanya.

Baca juga: Cerita Mike Tyson soal Doa-doanya yang Dikabulkan Allah

Tumbuh pada medio 1960-an membuat Abdul-Jabbar tersadar bahwa masih terdapat diskriminasi yang kental terhadap orang-orang kulit hitam di Amerika Serikat. Abdul-Jabbar yang merupakan salah satu dari mereka pun mulai mempertanyakan mengapa diskriminasi terhadap kulit hitam ini bisa terjadi.

Kareem Abdul-Jabbar

Setelah mengulik lebih jauh soal sejarah, Abdul-Jabbar mendapati bahwa di masa lampau agama Kristen mendukung adanya perbudakan terhadap ras kulit hitam. Ia menerangkan bahwa gereja telah gagal menggunakan kekuatan dan pengaruhnya untuk menghentikan perbudakan.

Baca juga: Dalilah Muhammad Ciptakan Sejarah bagi Perempuan Muslim di Amerika Serikat

Meski kemudian Konsili Vatikan II pada tahun 1965 menyatakan perbudakan sebagai penghujatan yang tidak menghormati Tuhan dan merupakan racun bagi masyarakat. Akan tetapi bagi Abdul-Jabbar, itu sudah terlambat. Sebab, perbudakan dan diskriminasi terhadap kulit hitam sudah masif terjadi di mana-mana.

“Kegagalan gereja untuk menggunakan kekuatan dan pengaruhnya untuk menghentikan perbudakan dan sebaliknya malah membenarkannya sebagai sesuatu yang berhubungan dengan dosa asal membuat saya marah,” ungkap Abdul-Jabbar, dikutip dari Saudi Gazette, Rabu (3/2/2021).

“Banteng kepausan (seperti Dum Diversas dan Romanus Pontifex) memaafkan orang pribumi yang diperbudak dan mencuri tanah mereka,” lanjut pria yang kini berusia 73 tahun tersebut.

Keputusan Abdul-Jabbar menjadi mualaf tentunya mendapat banyak tentangan. Pasalnya, Islam bukanlah agama yang populer di Amerika Serikat pada masa itu. Justru sebaliknya, Islam mendapat pandangan miring di sana.

Kareem Abdul-Jabbar

Bahkan, kedua orang tua Abdul-Jabbar juga tidak setuju jika anaknya memeluk agama Islam. Akan tetapi, tekad yang dimiliki oleh peraih dua gelar MVP Finals itu sudah bulat dan ia tetap mempertahankannya.

“Orang tua saya tidak senang dengan pertobatan saya. Meskipun mereka bukan penganut Katolik yang ketat, mereka telah membesarkan saya untuk percaya pada agama Kristen dengan Injil,” sambung Abdul-Jabbar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini