RIO DE JANEIRO – Pada awalnya Rio de Janeiro memiliki rencana untuk membangun sirkuit guna digunakan dalam ajang Formula One (F1). Pasalnya, selama ini Grand Prix Brasil diselenggarakan di Sao Paulo. Akan tetapi, upaya pembangunan sirkuit baru tersebut gagal dilanjutkan.
Rio de Janeiro, kota terbesar kedua di Brazil, berharap untuk mempromosikan pantai-pantai di wilayahnya, serta kehidupan malam dan kemewahan dengan 'mencuri' balapan paling bergengsi di dunia itu dari Sao Paulo, kota yang penuh dengan pencakar langit serta menjadi pusat ekonomi negara di Amerika Selatan tersebut.
Baca juga: Pierre Gasly Umumkan Dirinya Positif Terpapar Virus Corona
Tetapi, proyek membangun sirkuit di hutan Camboata, yang didukung oleh sosok ekstrem kanan Presiden Jair Bolsoreno dan mantan Wali Kota Marcelo Crivella, telah memicu protes terkait dampak terhadap lingkungan yang ditimbulkan.
Tokoh sentris baru Wali Kota Eduardo Paes, yang mulai menjabat pada 1 Januari, kehilangan sedikit waktunya untuk membatalkan rencana itu, yang telah mengalami sejumlah penundaan akibat sejumlah laporan dampak lingkungan yang negatif.
Baca juga: Monako Nyatakan Kesiapan Gelar Balapan F1 Musim Ini
"Kami perlu bicara tentang mengembalikan ruang hijau, bukan malah menghancurkannya," demikian pernyataan pemerintah kota setempat.
Balai kota juga telah menginstruksikan lembaga lingkungan negara bagian Rio de Janeiro (Inea) untuk menunda proses perizinan untuk trek balap tersebut.
Mereka menekankan bahwa hutan Camboata, yang berada di bagian barat kota, merupakan rumah dari ratusan spesies, termasuk 14 spesies tanaman yang terancam.