“Pertarungan 'Koboi' (Donald Cerrone) tentu saja merupakan tingkat baru dari komitmen, cinta, dan kesenangan untuk proses tersebut. Dia sudah tidak bertarung selama kurang lebih setahun sejak Januari 2020 (saat menang atas Cerrone). Dunia seakan berhenti, tapi Conor tidak, kami tidak. Tentu saja, intensitasnya turun sebentar, tetapi itu meningkat lagi sejak musim panas,” tambahnya.
Menarik tentunya melihat sejauh mana McGregor berkembang. Sebab Poirier pun juga mengalami peningkatan. Seperti Poirier saja tercatat sudah melaksanakan 12 pertarungan seusai kalah dari McGregor. Hebatnya dari 12 pertarungan yang dihadapi petarung asal Amerika Serikat itu, Poirier hanya merasakan dua kekalahan saja.

Berarti 10 pertarungan sisanya mampu dimenangkan oleh Poirier. Jadi, Poirier jelas bukanlah sosok yang sama seperti saat dikalahkan McGregor pada 2014 silam.
Bertemunya kembali Poirier dengan McGregor itulah yang membuat pertarungan mereka akan semakin menarik. Pastinya hasilnya mungkin saja berbeda karena kedua petarung telah sama-sama berkembang ketimbang 2014 silam.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)