Valentino Rossi Sukses Tanamkan Nilai Kekeluargaan di Tim Balapnya

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Kamis 31 Desember 2020 11:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 31 38 2336815 valentino-rossi-sukses-tanamkan-nilai-kekeluargaan-di-tim-balapnya-X60YXMnYEt.jpg Valentino Rossi dan anak-anak didiknya (Foto: Instagram @valeyellow46)

TAVULLIA – Valentino Rossi memiliki tim balap bernama Sky Racing VR46 yang berlaga di kelas Moto2 dan Moto3. Dalam beberapa musim terakhir, tim balap Rossi tersebut sukses mencuri perhatian karena prestasi para pembalapnya di atas lintasan.

Di musim balap 2020, para pembalap Sky Racing VR46 kembali menorehkan hasil bagus. Adik tiri Rossi, Luca Marini, misalnya, ia berhasil menjadi runner-up Moto2 setelah sebanyak enam kali meraih podium. Tak ayal, Marini pun mendapat kepercayaan untuk tampil di MotoGP 2021.

Selain itu, terdapat pula Marco Bezzecchi yang tampil bagus di Moto2 2020 dengan menyabet tujuh podium. Sedangkan dari kelas Moto3, terdapat Celestino Vietti dan Andrea Migno yang juga tampil mengesankan.

Baca juga: MotoGP 2020 Seharusnya Bisa Jadi Musimnya Valentino Rossi

Luca Marini dan Marco Bezzecchi

Menurut para pembalap tersebut, nilai-nilai kekeluargaan yang ada di VR46 sangatlah kuat. Pada akhirnya, hal itu dinilai sebagai salah satu faktor penting yang membuat tim menjadi sukses karena ikatan yang terjalin di antara para pembalapnya.

“Saya sudah kenal Mig dan Luca sepanjang hidup saya, Cele mungkin lebih lama lagi. Garasi itu adalah rumah kedua kami dan tahun ini saya mungkin menghabiskan lebih banyak waktu di sana daripada musim lainnya,” ujar Bezzecchi, dinukil dari Speedweek Kamis (31/12/2020).

“Saya telah belajar bagaimana mengikuti rekan satu tim saya, bagaimana saya menggunakan mereka sebagai contoh, bagaimana kami membantu dan menantang satu sama lain, bagaimana kami bersenang-senang bersama, bagaimana kita menderita bersama," sambungnya.

Saking eratnya ikatan kekeluargaan yang ada di VR46, mereka bahkan tidak saling iri jika ada salah satu yang lebih sukses. Mereka justru mengapresiasi pencapaian tersebut dan merayakannya bersama.

“Saya berbagi musim dengan saudara-saudara saya. Setiap orang memiliki kepribadian, kelebihan dan kekurangan masing-masing. Meskipun ada larangan Covid-19 di paddock, saya selalu pulang dengan senyum karena saya tahu kami akan bersenang-senang," tutur Migno.

Marco Bezzecchi dan Luca Marini

Musim depan, Marini akan memulai petualangannya di kelas premier. Menurut Vietti, itu adalah pencapaian yang pantas mengingat Marini sudah berjuang keras di kelas Moto2 untuk bisa meraih gelar juara.

“Luca adalah panutan, dia adalah contoh yang menunjukkan apa yang harus dilakukan seorang pembalap untuk mencapai tujuannya. Sebuah sinonim untuk pekerjaan, kemauan untuk berkorban, dan semangat,” ujar Vietti.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini