Jonathan Rea Terkesan dengan Kebaikan Hati Marc Marquez

Ezha Herdanu, Jurnalis · Rabu 30 Desember 2020 06:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 38 2335992 jonathan-rea-terkesan-dengan-kebaikan-hati-marc-marquez-9bB0CwDh4C.jpg Marc Marquez (Foto: motogp.com)

BELFAST – Jonathan Rea memberikan pujian terhadap kualitas yang dimiliki oleh pembalap andalan Tim Repsol Honda, Marc Marquez. Ya, Rea menilai bahwa Marquez bukan hanya seorang pembalap hebat, namun juga individu yang baik hati.

Sejak debut di kelas MotoGP pada 2013, Marquez memang langsung menjelma sebagai salah satu pembalap papan atas di kelas MotoGP. Bagaimana tidak, Marquez sendiri berhasil menjalani debutnya di kelas primer dengan menjadi juara dunia.

Terhitung, Marquez sendiri sejauh ini sudah mengoleksi 9 gelar juara dunia (1 Moto3, 1 Moto2, dan 6 MotoGP). Dengan usia yang cukup muda, yakni 27 tahun, banyak yang percaya bahwa Marquez masih punya kans besar jadi pembalap dengan catatan terbaik dalam sejarah MotoGP.

Marc Marquez

Meski begitu masih ada yang menaruh keraguan besar terhadap kualitas Marquez sebagai seorang pembalap profesional. Bahkan tidak sedikit yang menyebut keberhasilan Marquez tidak lepas dari ‘pelayanan’ Tim Honda kepadanya.

Baca Juga: Prediksi Joan Mir untuk MotoGP 2021: Masuk 3 Besar Bersama Marquez dan Vinales

Ya, beberapa menyebutkan bahwa teknisi Tim Honda memang sengaja merakit motor yang dapat mempermudah Marquez meraih kemenangan demi kemenangan dalam sejumlah perlombaan. Mengenai hal tersebut eks pembalap senior Tim LCR Honda, Cal Crutchlow, sendiri membenarkannya.

Meski begitu tidak lantas membuat pandangan Rea terhadap Marquez berubah begitu saja. Bagi pembalap berusia 33 tahun tersebut, Marquez tetap seorang pembalap jenius yang juga memiliki kepribadian yang baik hati.

“Menurut saya, apa yang dilakukan Marc di luar trek bahkan lebih spesial. Saya sendiri memiliki hubungan yang bisa dikatakan cukup dekat dengan Marc,” jelas Rea, seperti disadur dari Motorsport Total, Rabu (30/12/2020).

Jonathan Rea

“Ya, kami kerap menghabiskan waktu untuk berlatih motocross bersama, dan juga beberakali berjumpa di luar balapan. Bahkan terkadang kami bertemu dalam suatu event dan banyak orang meminta perhatiannya,” sambungnya.

“Akan tetapi, ia selalu mempunyai waktu untuk mereka dan selalu tersenyum, walau saya tahu itu momen yang tak nyaman. Itulah hal yang paling saya kagumi darinya,” tuntas pemilik enam gelar juara dunia Superbike tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini