ANDORRA – Tantangan baru siap dijalani Pol Espargaro bersama Repsol Honda. Namun, belum juga resmi mengaspal, pembalap yang akrab disapa Polyccio itu sudah mengangkat bendera putih tanda menyerah. Baginya, nyaris mustahil mengalahkan Marc Marquez.
Seperti diketahui, Pol Espargaro resmi direkrut HRC hanya beberapa hari jelang seri perdana MotoGP 2020 di Sirkuit Jerez, pertengahan Juli lalu untuk musim depan. Pria berusia 29 tahun itu itu akan menjadi rekan setim bagi juara dunia Marc Marquez, sekaligus menggeser posisi Alex Marquez ke LCR Honda.
Keputusan menerima pinangan Honda Racing Corporation (HRC) itu cukup membingungkan. Sebab, KTM Red Bull begitu mengandalkan referensi Pol Espargaro dalam mengembangkan motor. Belum lagi, motor RC16 perlahan mulai kompetitif.
Baca juga: Vinales Butuh Marc Marquez agar Bisa Melaju Lebih Cepat

Jelang pergantian tahun, Pol Espargaro jelas selangkah lebih dekat dengan Honda. Ia tidak mau ambil pusing dengan apa perkataan orang di luar sana. Baginya, tugas utama adalah mengalahkan Marc Marquez di atas motor yang sama, sekali pun nyaris mustahil.
“Buat saya, tantangan utama adalah untuk berada di sisi Marc, belajar darinya, dan melihat apa yang membuatnya berbeda dari pembalap lain, serta berusaha memperbaiki hasil perlahan-lahan,” tutur Pol Espargaro, dilansir dari Corse di Moto, Rabu (30/12/2020).
“Semua orang jelas tahu sangat rumit untuk mengalahkan Marc Marquez, jika tidak mau dibilang mustahil. Namun, tentu saja saya bisa menjadi juara dunia,” imbuh adik dari Aleix Espargaro itu dengan nada bercanda.