“Ketika saya melihat ke belakang, saya tentu saja menyukai ide pensiun bersamaan dengan Valentino Rossi. Tapi tidak seperti itu kenyataannya,” kata Briggs, dilansir dari Speedweek, Rabu (16/12/2020).
“Di sisi lain, jika saya mendapat tawaran yang sangat bagus dari tim lain, saya mungkin akan mempertimbangkan untuk bertahan. Tapi, apa tawaran yang bagus?” jelasnya.

“Bukan hanya uang, ini adalah persyaratannya. Pertanyaannya adalah apakah saya dapat menerapkan apa yang saya ketahui? Hanya menjadi mekanik dan tidak menggunakan pengetahuan selain soal sekrup dan mur, itu terlalu sedikit ruang bagi saya,” papar Briggs.
“Saya juga memiliki pengetahuan balap yang ingin saya sampaikan kepada pembalap muda atau mekanik muda. Hanya menjadi mekanik biasa tanpa membagikan ilmu sudah cukup untuk membuat saya memutuskan berhenti,” pungkas sang mekanik.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.