“Masalahnya adalah Yamaha tidak memiliki tim seperti ini. Mereka mengemudi di Jepang dengan pembalap Jepang. Tetapi, itu bukan masalah terbesar,” tambahnya.
“Masalah terbesar adalah di Jepang mereka berjalan di trek, dan saya pernah ke sana, yang tidak ada hubungannya dengan trek Eropa,” pembalap berpaspor Italia tersebut.

“Kami memberikan banyak tekanan untuk mendapatkan tim penguji ini (di Eropa), dan kemudian Lorenzo direkrut,” sambungnya.
“Tetapi, masalahnya Lorenzo hanya menjalaninya satu hari di Malaysia. Kemudian Covid-19 datang dan semuanya berhenti. Setelah delapan bulan, ia hanya berada di Portimao. Jadi Lorenzo tidak benar-benar bekerja,” pungkasnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.