MADRID – Belum juga resmi menjadi rekan setim, Marc Marquez sudah mulai mengasapi Pol Espargaro. Menurutnya, berada di bawah naungan Honda Racing Corporation (HRC) membuat seorang pembalap dituntut untuk rutin bersaing di podium, bukan hanya sekadar enam besar.
Seperti diketahui, Pol Espargaro mengakhiri kerja samanya dengan KTM Red Bull pada akhir Kejuaraan Dunia MotoGP 2020. Pembalap asal Spanyol itu memilih mengangguk setuju pada tawaran HRC untuk menjadi rekan setim Marc Marquez di Repsol Honda pada MotoGP 2021 dan 2022.
Langkah Pol Espargaro itu membuat banyak pihak mengernyitkan dahi. Sebab, KTM tengah menunjukkan progres luar biasa. Sebaliknya, HRC terlihat kesulitan sepanjang MotoGP 2020 karena motor RC213V dinilai hanya mampu ditaklukkan oleh Marc Marquez.
Baca juga: Istimewanya MotoGP 2021, Banyak Terjadi Perang Saudara

Kebetulan, Pol Espargaro dan The Baby Alien memiliki gaya balap yang sama agresif. Ia dinilai tidak akan kesulitan menaklukkan tenaga besar RC213V. Belum juga resmi naik motor dan menjadi rekan setim, Marc Marquez sudah mengingatkan tuntutan besar terhadap seorang pembalap Honda.
“Dia datang dari KTM, sebuah proyek yang menderita selama bertahun-tahun dan sekarang mulai menuai hasil-hasil bagus. Dengan Pol, Anda mendapat seorang pembalap yang menggaransi berada di peringkat enam besar,” papar Marc Marquez, melansir dari Corse di Moto, Kamis (10/12/2020).
“Namun, sebagai pembalap Honda, Anda tidak boleh hanya di posisi tersebut, tetapi harus berjuang untuk podium dan Kejuaraan Dunia. Itu akan menarik. Menurut saya, ini menjadi langkah bagus untuk Honda,” imbuh pria berusia 27 tahun itu.
Satu tugas besar sudah menanti Pol Espargaro pada Kejuaraan Dunia MotoGP 2021. Ia harus langsung bisa nyetel dengan motor RC213V. Pasalnya, ada kemungkinan Marc Marquez masih absen pada beberapa seri awal musim depan akibat pemulihan cedera.
Jika benar demikian, maka Pol Espargaro secara otomatis menjadi tumpuan harapan Honda. Hal itu sudah terjadi pada musim ini kepada adik Marc, Alex Marquez. Kendati bertandem sementara dengan Stefan Bradl, statusnya sebagai pembalap full-time membawa tanggung jawab tersendiri.

Tugas berat lainnya bakal disandang Pol Espargaro, yakni pembuktian diri. Perlu diperhatikan, tiga pembalap terakhir yang membela Repsol Honda harus berakhir tragis. Nasib buruk itu awalnya menimpa Dani Pedrosa yang harus pensiun pada akhir 2018. Semusim berselang giliran Jorge Lorenzo.
Beruntung, Alex Marquez tidak bernasib serupa kendati terlempar ke tim satelit LCR Honda. Namun, ketiganya memiliki benang merah, yakni nasib sial dan hanya bertahan selama semusim saja di Repsol Honda. Tantangan itu kini menjadi milik Polyccio yang dikontrak hingga 2022.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.