Dibanding Crutchlow, Valentino Rossi Lebih Suka Dovizioso

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 18 November 2020 07:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 38 2311359 dibanding-crutchlow-valentino-rossi-lebih-suka-dovizioso-7akU8NoHLp.jpg Andrea Dovizioso duduk di garasi (Foto: Twitter/@ducaticorse)

VALENCIA – Cal Crutchlow sudah resmi ditunjuk sebagai pembalap tes Yamaha pada 2021. Akan tetapi, pria asal Inggris itu bukanlah pilihan tepat yang diinginkan Valentino Rossi. Pembalap Tim Monster Energy Yamaha itu sebetulnya menginginkan Andrea Dovizioso.

Seperti diketahui, Yamaha resmi menunjuk Cal Crutchlow sebagai pembalap tes musim depan pada pekan lalu. Pria berusia 35 tahun itu akan menggantikan Jorge Lorenzo yang kontraknya habis pada penghujung Kejuaraan Dunia MotoGP 2020.

Perekrutan Cal Crutchlow itu dipandang positif oleh para pembalap penunggang motor Yamaha saat ini. Pembalap yang saat ini memperkuat LCR Honda itu dinilai punya cukup pengalaman karena pernah mengendarai tiga motor terkuat saat ini, yaitu Honda, Yamaha, dan Ducati.

Baca juga: Hadapi Banyak Momen Sulit di MotoGP 2020, Rossi: Masih Ada Hal Positif

Cal Crutchlow punya segudang pengalaman (Foto: MotoGP)

Sayangnya, pendapat berbeda disampaikan Valentino Rossi. The Doctor tetap menyebut Andrea Dovizioso sebagai pilihan favoritnya. Pun begitu, seandainya Cal Crutchlow punya motivasi yang besar, maka motor YZR M-1 juga akan berkembang.

“Saya sebetulnya sangat menyukai jika pembalap tes kami adalah Dovizioso, karena dia sangat kencang, sensitif, dan pembalap dengan segudang pengalaman,” papar Valentino Rossi, mengutip dari Motorsport, Rabu (18/11/2020).

“Crutchlow juga terus membalap sampai tahun. Jadi, jika dia punya motivasi yang tinggi, dia adalah pembalap yang bisa membawa motor hingga pada batasannya,” imbuh pria berkebangsaan Italia tersebut.

Sebetulnya, Yamaha memang menawari peran sebagai pembalap tes kepada Andrea Dovizioso. Namun, rider berusia 34 tahun itu menolak tawaran dari Yamaha. Ia lebih memilih mengambil cuti sabatikal sembari menanti adanya proyek bagus yang bisa membawanya menjadi juara dunia MotoGP.

Pembalap tes sudah didapat, selanjutnya adalah serius menjalankan program tersebut. Menurut Valentino Rossi, Yamaha perlu serius menjalankan program tes di Eropa. Sebab, kelalaian yang dilakukan sepanjang MotoGP 2020, berdampak pada motor yang kurang kompetitif.

“Pertama-tama ada masalah mendasar. Hingga 2020, tim-tim lain memiliki program tes aktif di Eropa bersama pembalap Eropa seperti (Michele) Pirro, (Dani) Pedrosa, dan (Stefan) Bradl,” terang Valentino Rossi.

“Yamaha tidak memiliki tim seperti itu. Hanya ada program tes yang dilakukan di Jepang, bersama dengan pembalap Jepang. Masalah terbesarnya bukan itu, tetapi pembalap tes melaju di sirkuit yang tidak ada kaitannya dengan yang dipakai di Eropa,” kritik pembalap kelahiran Tavullia itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini