Kedua pabrikan itu diketahui memakai tipe mesin yang sama, yakni inline empat silinder. Sekali pun dianggap sebagai konsep yang sudah ketinggalan zaman pada kasus Yamaha, nyatanya hal serupa tidak ditemui pada Suzuki. Karena itu, Valentino Rossi meminta timnya belajar.
“Menurut saya, sepertinya kami harus belajar kepada Suzuki. Kami menggunakan mesin inline empat silinder, yang disebut-sebut konsep lawas. Namun, Suzuki sudah menunjukkan itu bukan masalah,” ujar Valentino Rossi, seperti dimuat GPOne, Senin (9/11/2020),
“MotoGP sudah banyak berubah dalam 5-6 tahun terakhir. Sayangnya, Yamaha tidak membuat langkah maju. Para teknisi yang menangani mesin di Yamaha harus memahami hal ini. Rival-rival kami tidak lagi di depan secara teknis, tetapi juga dari sudut pandang permesinan,” sergah pria berusia 41 tahun itu.
Buruknya permasalahan itu sampai membuat Yamaha dihukum pengurangan 50 poin konstruktor oleh Federasi Balap Motor Internasional (FIM). Sebab, mereka dinilai mengubah teknis mesin tanpa persetujuan dari asosiasi tim pabrikan demi mengatasi masalah yang ada.

(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.