ALCANIZ - Semakin banyaknya pembalap yang terpapar atau absen akibat Covid-19 menyebabkan Dorna Sports dan Asosiasi Tim-Tim MotoGP (IRTA) kecewa. Keduanya kompak mengimbau agar pembalap dan personel tim lebih patuh lagi terhadap protokol karena menjadi contoh yang bagi publik.
Seperti diketahui, MotoGP memiliki protokol yang ketat demi mencegah penyebaran Covid-19 di paddock. Selain mengurangi jumlah personel, setiap orang harus menjalani tes usap sebelum memasuki pekan balapan.
Idealnya, setiap pembalap dan kru tim harus tinggal di hotel dan terus bersama-sama hingga pekan balapan berikutnya jika hanya ada jarak seminggu. Namun, ada saja pembalap yang memilih pulang ke rumah usai lomba dan kembali ke sirkuit beberapa hari seblum sesi latihan.
Baca juga: Dorna Pastikan 3 Seri Terakhir MotoGP 2020 Jalan Terus

Itulah yang dilakukan Valentino Rossi usai GP Prancis pada 11 Oktober 2020. The Doctor pulang ke Tavullia, Italia. Memang belum diketahui di mana pastinya pembalap Tim Monster Energy Yamaha itu terpapar Covid-19. Yang pasti, ia baru terpapar virus ketika berada di Italia.
Kasus yang dialami Valentino Rossi akhirnya membuat Dorna dan IRTA mengeluarkan pernyataan keras. Apalagi, mereka melihat adanya gambar di televisi dan sosial media yang memperlihatkan staf tim tidak mengenakan masker saat merayakan kesuksesan pembalap di garasi.
“Kami diberi tahu ada beberapa orang yang mulai tidak taat pada aturan-aturan di paddock dan pit. Gambar-gambar bermunculan di televisi dan sosial media dari staf yang merayakan bersama pembalap tanpa memakai masker,” ujar pernyataan resmi IRTA itu, dikutip dari Motorsport, Rabu (28/10/2020).