Hari Penuh Bencana bagi Fabio Quartararo di Aragon

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 19 Oktober 2020 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 38 2295725 hari-penuh-bencana-bagi-fabio-quartararo-di-aragon-5rClW4QfSB.jpg Fabio Quartararo melaju di Aragon (Foto: Twitter/@FabioQ20)

ALCANIZ – Petaka hadir bagi Fabio Quartararo pada MotoGP Aragon 2020, Minggu 18 Oktober malam WIB. Pembalap Tim Petronas Yamaha SRT itu gagal mempertahankan posisi puncak karena hanya finis ke-18. Beruntung, dirinya terhindar dari bencana yang lebih besar.

Balapan MotoGP Aragon 2020 di Sirkuit Motorland, Alcaniz, berubah menjadi tragedi buat Fabio Quartararo. El Diablo langsung kehilangan posisi terdepan pada tikungan pertama usai disalip oleh Maverick Vinales yang start dari posisi kedua.

Setelah itu, posisi Fabio Quartararo perlahan melorot hingga finis di posisi 18. Ia gagal menambah poin. Celakanya, Joan Mir yang merupakan pesaing di klasemen, finis ketiga sehingga menambah perolehan poinnya menjadi 121.

Baca juga: Joan Mir Pimpin Klasemen Tanpa Pernah Menang di MotoGP 2020

Fabio Quartararo rebut pole position (Foto: Twitter/@sepangracing)

Puncak klasemen pun beralih ke tangan Joan Mir. Fabio Quartararo mengakui Minggu 18 Oktober 2020 adalah hari penuh bencana baginya. Untung saja, bencana yang lebih besar tidak terjadi, yakni Joan Mir menang di Aragon.

“Hari ini adalah bencana, tetapi bencana bisa lebih buruk lagi seandainya Mir menang, Maverick kedua, dan (Andrea) Dovizioso ketiga. Satu-satunya hal positif adalah kedua Alex (Rins dan Marquez) finis di depan Joan,” papar Fabio Quartararo, dikutip dari Crash, Senin (19/10/2020).

Ya, Fabio Quartararo sedikit beruntung karena para pesaing gagal memanfaatkan bencana yang dialaminya. Joan Mir hanya mampu finis ketiga, sementara Maverick Vinales keempat, dan Andrea Dovizioso finis ketujuh. Ketiganya gagal menambah poin dengan signifikan.

Kendati naik ke pucuk klasemen, Joan Mir hanya unggul tipis, yakini enam poin dari Fabio Quartararo. Andai menang, pembalap asal Spanyol itu akan mengoleksi 130 angka dan mengantongi keunggulan 15 poin dengan tiga seri tersisa.

Fabio Quartararo saat ini masih mengumpulkan 115 angka hingga seri ke-10. Pembalap berusia 21 tahun itu hanya tertinggal enam angka saja dari Joan Mir. Peluang untuk kembali merebut puncak klasemen terbuka lebar karena masih ada poin maksimal 75 hingga seri terakhir.

Kendati kehilangan puncak klasemen, Fabio Quartararo menepis dirinya berada di bawah tekanan. Menurutnya, tekanan justru berada di pundak para pembalap pabrikan seperti ketiga pesaingnya tersebut.

“Tekanan sebetulnya tidak ada pada saya. Memang saya memimpin klasemen (sampai sebelum balapan), tetapi tim ini baru lahir tahun lalu. Tekanan itu ada di pundak para pembalap tim pabrikan,” tutup Fabio Quartararo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini