Quartararo Tak Mau Terbebani Pemecahan Sejarah 66 Tahun

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Minggu 11 Oktober 2020 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 11 38 2291929 quartararo-tak-mau-terbebani-pemecahan-sejarah-66-tahun-L53srJBwnX.jpg Fabio Quartararo di ambang pemecahan sejarah (Foto: MotoGP)

LE MANS – Pembalap Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartararo, memiliki kans memecahkan sejarah pada MotoGP Prancis 2020, Minggu (11/10/2020) sore WIB. Namun, dirinya tidak mau terbeban dengan sejarah tidak pernah ada pemenang seri tersebut yang berasal dari Prancis dalam 66 tahun terakhir.

Sekadar informasi, pembalap asal Prancis terakhir yang pernah menang pada balapan kandang di kelas premier adalah Pierre Monneret. Kemenangan itu diraih pada GP Prancis 1954 di Sirkuit Reims. Sejak itu, tidak ada lagi pemenang asal Prancis di kelas premier.

Kemenangan terakhir pembalap asal Prancis di negeri sendiri diraih oleh Louis Rossi. Namun, kemenangan itu didapat pada kelas Moto3 2012 di Sirkuit Le Mans. Karena itu, Fabio Quartararo di ambang catatan sejarah tersendiri.

Baca juga: Jadwal MotoGP Hari Ini: Valentino Rossi Sanggup Recoki Fabio Quartararo?

Fabio Quartararo memasuki tikungan terakhir (Foto: MotoGP)

Masuk buku sejarah tentu bisa menjadi motivasi tambahan bagi Fabio Quartararo untuk menjadi pemenang. Akan tetapi, El Diablo justru tidak mau motivasi berlebihan itu justru menjadi bumerang. Jadi, pria berusia 21 tahun itu hanya ingin bersenang-senang saat lomba.

“Saya tidak yakin itu akan menjadi motivasi ekstra atau tekanan sendiri. Saya punya kenangan buruk soal itu. Ketika saya terlalu termotivasi, dan setiap saat saya merasa seperti itu, saya biasanya terjatuh. Jadi, saya hanya ingin bersenang-senang,” terang Fabio Quartararo, dilansir dari Paddock GP, Minggu (11/10/2020).

“Saya hanya ingin bersenang-senang di atas motor dan tidak akan berpikir sudah 66 tahun tidak ada pemenang seri ini yang berasal dari Prancis. Kami akan mencoba mengerahkan yang terbaik,” sambung pria kelahiran Nice tersebut.

Catatan Fabio Quartararo memang cukup buruk saban mentas di Prancis. Dari lima kesempatan terdahulu di semua kelas, pembalap bernomor motor 20 itu paling bagus finis di posisi enam pada Moto3 Prancis 2016 bersama KTM.

Selain masuk buku sejarah, kemenangan juga akan berarti banyak bagi peluang Fabio Quartararo menjadi juara dunia MotoGP 2020. Apalagi, pesaing terberatnya di papan klasemen, Joan Mir hanya akan start dari posisi 14.

Fabio Quartararo sendiri akan memulai lomba dari posisi terdepan. Sama seperti soal pemecahan sejarah, pria asal Prancis itu enggan memikirkan posisi Joan Mir. Ia hanya punya target sederhana, yakni menjalani start yang bagus.

“Saya tidak terlalu memikirkan soal gelar juara. Jadi, saya akan berusaha keras melakukan yang terbaik di tikungan dan sektor satu selepas start. Saya tidak terlalu memikirkan soal (Joan) Mir ada di belakang,” tutup Fabio Quartararo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini