Aurin Ungkap Penyebab Motor Honda Hanya Bisa Ditaklukkan Marc Marquez

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2020 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 38 2286703 aurin-ungkap-penyebab-motor-honda-hanya-bisa-ditaklukkan-marc-marquez-nIIEgDE3Iu.jpg Marc Marquez melaju di Qatar (Foto: Honda Racing Corporation)

BARCELONA – Motor Honda RC213V edisi 2020 dikenal sangat sulit ditaklukkan. Kepala kru Alex Marquez, Ramon Aurin, lantas membeberkan mengapa motor tersebut begitu susah dikendarai. Salah satu yang membuat para pembalap, selain Marc Marquez, kesulitan adalah setelan dasar motor.

Prestasi para pembalap penunggang motor Honda RC213V memang sangat memprihatinkan. Selain Marc Marquez yang mampu menjadi juara dunia MotoGP 2019, Takaaki Nakagami, Cal Crutchlow, hingga Jorge Lorenzo, sangat sulit untuk sekadar naik podium.

Hal serupa kembali terulang pada MotoGP 2020. Kali ini, Honda Racing Corporation (HRC) bernasib sial karena Marc Marquez absen mengaspal akibat cedera patah tulang humerus. Akibatnya, mereka terbenam di dasar klasemen konstruktor.

Perbandingan Lorenzo dengan Alex Marquez di Repsol Honda, Siapa Lebih Baik?

Alex Marquez sulit taklukkan motor RC213V (Foto: HRC)

Kepala Kru Alex Marquez, Ramon Aurin, mengungkap rahasia mengapa RC213V begitu sulit ditaklukkan. RC213V tidak punya akselerasi dan kecepatan yang bagus di tikungan. Karena itu, problem hanya bisa diatasi dengan teknik pengereman keras jelang memasuki tikungan.

“Anda harus mampu memanfaatkan teknik pengereman, yaitu masuk tikungan dengan banyak mengerem. Itu tidak terlepas dari ban baru Michelin yang lebih memiliki daya cengkeram di belakang ketimbang depan,” papar Ramon Aurin, dikutip dari Moto Race Nation, Kamis (1/10/2020).

“Ketika Anda menggunakan lebih banyak bagian depan, Anda harus mengeram sangat keras dan memasuki tikungan dengan sangat cepat,” sambung pria asal Spanyol itu.

Karena terlalu mengandalkan bagian depan, motor RC213V mengalihkan beban ke bagian belakang. Belum lagi, mereka harus menurunkan pusat gravitasi motor serendah mungkin. Hal itu tidak terlepas dari sulitnya membelokkan motor di tikungan.

“Kami memiliki pusat gravitasi yang rendah karena motor tidak memiliki kecepatan yang bagus saat menikung. Kami berusaha memenangi duel di tikungan dengan mengerem,” lanjut Ramon Aurin.

“Kami memiliki banyak masalah di belakang karena dengan mengerem keras, pembalap berpotensi kehilangan bagian itu, jadi kami harus merendahkan motor. Buat Marc Marquez, sangat penting memiliki motor yang berat di belakang karena dia selalu mengerem dengan rem belakang,” tutupnya.

Sayangnya, kondisi itu sepertinya tidak akan berubah dalam waktu dekat. Menurut Ramon Aurin, Honda masih memprioritaskan pengembangan pada kecepatan puncak dan tenaga mesin. Padahal, pengembangan yang tidak seimbang sangat berdampak pada aspek lain saat balapan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini