Sebab, ia sudah memimpin cukup jauh di tempat kedua dalam balapan yang berlangsung di Sirkuit Jerez, Spanyol itu. Bagnaia terus membuntuti Quartararo yang akhirnya keluar sebagai pemenang. Sayangnya, di tengah kondisi yang begitu positif tersebut, nasib sial menghampiri Bagnaia.
Motornya mengalami masalah. Asap putih perlahan mulai tampak dari sisi belakang motor Bagnaia saat digunakan untuk menyusuri Sirkuit Jerez. Lama-kelamaan Bagnaia pun tak bisa lagi mengendarai motornya dan harus menghentikan balapan di lap ke-19.

“Kami harus memperhitungkan bahwa Ducati bukanlah motor termudah bagi seorang rookie. Untuk pemula, Yamaha atau Suzuki adalah motor terbaik. Bahkan di Honda, para pemula sedang melalui fase yang sulit. Semua orang tahu itu,” ujar Ciabatti, sebagaimana dikutip dari Tutto Motori Web, Minggu (30/8/2020).
“Tapi, kami bertaruh kepada Pecco pada dua tahun lalu. Itu sebabnya, kami memberinya motor 2020 untuk tahun ini, seperti Jack Miller. Dia (Bagnaia) melakukannya dengan sangat baik di Jerez pada Juli. Kami akan lihat apa yang bisa dia raih di sisa balapan,” tukasnya.
(Ramdani Bur)