Crutchlow: Lintasan Red Bull Ring Selicin Es saat Hujan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 14 Agustus 2020 10:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 14 38 2262038 crutchlow-lintasan-red-bull-ring-selicin-es-saat-hujan-toioVq9pUJ.jpg Pembalap MotoGP melaju di Sirkuit Red Bull Ring (Foto: MotoGP)

SPIELBERG – Pembalap LCR Honda, Cal Crutchlow, menilai Sirkuit Red Bull Ring yang akan jadi tuan rumah MotoGP Austria 2020, amat berbahaya dalam kondisi hujan. Selain lintasan yang licin, jarak dengan pagar pembatas dinilai terlalu pendek.

Ramalan cuaca memang memprediksi area Pegunungan Styria akan dilanda hujan badai sepanjang akhir pekan. Meski Red Bull Ring dianggap sebagai salah satu arena dengan kualitas terbaik, keselamatan tetap menjadi perhatian tersendiri.

Kekhawatiran tidak terlepas dari kontur Sirkuit Red Bull Ring yang naik turun. Apalagi, run-off area di lintasan sepanjang 4,318 kilometer (km) itu terhitung sempit. Padahal, untuk balap motor, dibutuhkan run-off area yang luas demi keselamatan pembalap.

Baca juga: Tak Mau Terpeselet di Red Bull Ring, Rossi Berharap saat Balapan Tak Turun Hujan

Kontur Sirkuit Red Bull Ring dihiasi tanjakan dan turunan (Foto: MotoGP)

Beberapa area yang menjadi perhatian adalah zona pengereman jelang tikungan pertama yang menanjak dan tikungan dua yang cepat dan menanjak sebelum tikungan tiga. Area yang disebut terakhir kerap memakan korban pada balapan Formula One (F1) dan juga MotoGP.

Cal Crutchlow mengaku sangat tidak menyukai mengaspal di Red Bull Ring saat diguyur hujan. Menurutnya, lintasan Red Bull Ring akan selicin es. Dalam kondisi tersebut, pagar pembatas bisa menimbulkan efek yang fatal.

“Saya tidak senang membalap di sini dalam kondisi hujan. Saya memang tidak suka balapan basah, tetapi di sini sejujurnya sangat licin seperti es. Juga tidak ada area run-off yang memadai. Kami sangat khawatir untuk yang satu itu,” terang Cal Crutchlow, dilansir dari Crash, Jumat (14/8/2020).

Pria asal Inggris itu mengkhawatirkan adanya genangan air di lintasan yang bisa menimbulkan aquaplaning atau ban tidak menapak dengan baik. Sebab, kontur sirkuit yang naik turun berpotensi menyebabkan air menggenang di salah satu bagian yang berposisi lebih rendah.

“Ketika saya sampai di sini pada Selasa (11 Agustus 2020) siang, hujan turun selama beberapa jam dan genangan air bisa setinggi mata kaki. Karena kontur yang naik turun di sini, genangan air sulit dihindari,” sambung pria berusia 34 tahun itu.

“Saya juga melihat sebuah mobil van melaju dan cipratan airnya sungguh luar biasa. Jadi, kita harus memakai akal sehat dan melihat situasinya dari sana,” tutup pembalap bernomor motor 35 tersebut.

Keluhan yang sempat disampaikan oleh pembalap-pembalap Formula One (F1) ketika sesi kualifikasi GP Styria 2020 berlangsung dalam kondisi hujan. Selain jarak pandang yang terbatas, terlalu banyak genangan air yang menyebabkan aquaplaning.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini