GENOA – Pengamat MotoGP, Carlo Pernat, yakin alarm peringatan berbunyi untuk Yamaha dan Ducati jelang GP Austria dan Styria 2020 pada dua pekan mendatang. Yamaha disebutnya bermasalah dengan mesin, sementara Ducati harus mewaspadai performa jeblok pada tiga seri awal.
Sebagai informasi, mesin menjadi problem tersendiri bagi Yamaha. Mereka hanya diizinkan menggunakan lima unit mesin sepanjang musim Kejuaraan Dunia MotoGP 2020 bagi masing-masing pembalap. Jika melebihi jatah alokasi, hukuman siap menanti.
Mengingat MotoGP 2020 hanya menggelar 14 seri, maka jatah mesin dikurangi dari lima menjadi tujuh. Hingga seri ketiga, Maverick Vinales sudah memakai seluruh jatah mesin, sementara Fabio Quartararo, Franco Morbidelli, dan Valentino Rossi empat. The Doctor hanya punya empat jatah mesin karena satu unit dipulangkan ke Jepang untuk diteliti.
Baca juga: Jumlah Dibatasi, MotoGP San Marino 2020 Bisa Dihadiri Penonton

Berkaca pada jumlah seri, setidaknya setiap pembalap akan menempuh jarak sekira 7.000 kilometer (km). Sementara itu, setiap mesin biasanya diganti setelah menempuh 2.500-3.000 km. Dalam situasi normal, setiap pembalap bisa menggeber 3-4 unit mesin dalam semusim jika tidak ada kerusakan.
“Saya sedikit heran. Ketika lima mesin sudah digunakan dengan maksimal pada tiga balapan, bisa disimpulkan ada masalah. Penyebabnya harus bisa diungkap sepanjang Kejuaraan Dunia MotoGP 2020. Itu adalah alarm bahaya,” papar Carlo Pernat, dikutip dari GPOne, Kamis (13/8/2020).
Peringatan serupa dikeluarkan buat Ducati. Penampilan jeblok pada MotoGP Andalusia dan Republik Ceko 2020 sudah bisa dianggap gawat. Sebab, pembalap-pembalap pengguna motor Ducati Desmosedici GP20 terlihat kesulitan. Di sisi lain, Johann Zarco yang memakai GP19 bisa melesat di Sirkuit Automotodrom Brno pekan lalu.
“Jika mereka tidak kembali pada performa maksimal di lintasan yang sering mereka menangi, maka kapan kita akan melihat lagi performa mereka?” sambung pria berkebangsaan Italia berusia 72 tahun tersebut.
“Ada yang salah dengan pengembangan motor ketika Zarco yang menunggangi motor Ducati lawas lebih cepat di Brno ketimbang mereka yang menunggangi motor (Desmosedici GP20) dengan spesifikasi pabrikan,” tutup Carlo Pernat.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.