Sementara di ajang Moto3, Binder mampu tampil cemerlang hingga menjadi juara dunia. Karena itu, ia tak ragu saat mengangkat Binder ke MotoGP dan percaya pembalap berusia 24 tahun itu akan memiliki hasil besar di kelas premier.
“Jika Anda mengikut Red Bull di Rookis Cup, ada seorang anak di sana yang memiliki impian untuk tampil di MotoGP suatu hari nanti. Kemudian tampil di Moto2 dan ia menjadi juara,” tambahnya.

“Kelas Moto2 sangat sulit bagi kami untuk masuk sebagai tim, untuk membangun sasis. Tetapi, itu selalu menjadi pembicaraan saya dengan dewan, karna saya tidak ingin kehilangan juara dunia Moto3,” lanjutnya.
“Tetapi, apa yang telah kami pelajari, pemula kami tumbuh bersama kami, menjadi sebuah keluarga. Jika Anda semakin dekat, semakin kuat Anda sebagai sebuah tim,” pungkasnya.
(Ramdani Bur)