Ban Bocor Jelang Finis, Jantung Hamilton Nyaris Berhenti

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 03 Agustus 2020 01:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 02 37 2255854 ban-bocor-jelang-finis-jantung-hamilton-nyaris-berhenti-0caKN30V0R.jpg Lewis Hamilton bersusah payah melintasi garis finis (Foto: Twitter/@F1)

SILVERSTONE – Akhir dramatis tercipta pada balapan Formula One (F1) GP Inggris 2020 di Sirkuit Silverstone, Minggu 2 Agustus malam WIB. Lewis Hamilton harus melintasi garis finis dengan tiga ban yang tersisa setelah sisi depan kiri bocor. Ia mengaku detak jantungnya nyaris berhenti karena insiden itu.

Pembalap Tim Mercedes AMG Petronas itu sesungguhnya tampil dominan sepanjang balapan. Rekan setimnya, Valtteri Bottas, berusaha untuk menguntit sepanjang 50 putaran lomba. Sayangnya, pembalap asal Finlandia itu gagal membuntuti Lewis Hamilton hingga kibaran bendera finis.

Tiga putaran jelang lomba berakhir, ban kiri depan mobil W11 milik Valtteri Bottas bocor. Ia harus masuk pit untuk mengganti ban. Sementara itu, Lewis Hamilton bisa bertahan. Pada putaran 52 alias final lap, insiden serupa menimpa pembalap berusia 35 tahun tersebut.

Baca juga: Hasil Race F1 GP Inggris 2020, Hamilton Tak Terkejar

Ban kiri depan Lewis Hamilton bocor pada putaran terakhir (Foto: F1)

Untungnya, insiden terjadi pada putaran akhir ketika jaraknya cukup jauh dengan pembalap di posisi dua, Max Verstappen, yakni 32 detik. Lewis Hamilton bisa bertahan dan membawa mobilnya melintasi garis finis lebih dulu. Ia mengaku, jantungnya sempat berhenti berdetak ketika ban kiri depannya bocor.

“Sampai pada putaran terakhir, segalanya berjalan mulus. Ban terasa luar biasa. Ketika saya mendengar ban Valtteri bocor, saya langsung melihat keempat ban saya, dan segalanya terlihat baik-baik saja. Mobil masih bisa berbelok, jadi saya pikir oke,” terang Lewis Hamilton seusai finis, dilansir dari Crash, Senin (3/8/2020).

“Ketika saya melaju di lintasan lurus, ban ternyata kempes. Tentu saja, itu membuat jantung saya nyaris berhenti. Saya hanya bisa berdoa roda itu terus berputar dan tidak berjalan lambat. Syukurlah saya bisa melaluinya,” imbuh pria berkebangsaan Inggris itu.

Sambil berusaha mengendalikan mobil dengan baik sampai finis, Lewis Hamilton terus berkomunikasi dengan race engineer Peter Bonnington. Ia sempat merasa lega sekaligus khawatir mendengar jaraknya dengan Max Verstappen cukup jauh.

“Bono (Peter Bonnington) terus memberi tahu saya soal jarak kami berdua. Awalnya 30 detik, lalu perlahan-lahan berkurang. Yang ada di kepala saya hanya seberapa jauh sampai finis,” ungkap pembalap bernomor mobil 44 itu.

“Ya Tuhan. Saya tidak pernah mengalami hal seperti itu pada putaran terakhir. Jantung saya nyaris berhenti berdetak,” tutup juara dunia F1 2019 tersebut.

Valtteri Bottas sendiri berhasil finis di posisi 11 sehingga gagal menambah poin. Sedangkan Lewis Hamilton menambah 25 poin sehingga koleksinya menjadi 88 angka dari empat seri. Ia memuncaki klasemen dengan selisih 30 angka dari Valtteri Bottas di tempat kedua.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini