BARCELONA – Mantan pembalap, Loris Reggiani, menilai Marc Marquez (pembalap Repsol Honda) terlalu nekat di MotoGP Spanyol 2020. Kenekatan itu membuat Marquez menyesal, karena ia mengalami kecelakaan mengerikan pada balapan yang berlansung di Sirkuit Jerez, Minggu 19 Juli 2020 tersebut.
Marquez tentu tidak membayangkan akan mengalami kecelakaan pada balapan kandangnya tersebut. Akan tetapi, tanda-tanda bahwa MotoGP Spanyol 2020 tidak akan berakhir bagus untuk The Baby Alien –julukan Marquez– sudah terlihat pada awal balapan.

Pada awal balapan tepatnya lap kelima, Marquez sudah mengalami insiden di tikungan empat. Pembalap berpaspor Spanyol itu melebar ke gravel ketika ingin mempertahankan possi pertama dari kejaran Maverick Vinales (pembalap Monster Energy Yamaha). Marquez bisa melanjutkan balapan tetapi posisinya melorot ke peringkat 16.
The Baby Alien tidak berputus asa dan terus memacu motornya. Marquez perlahan-lahan memulihkan posisinya kembali. The Baby Alien secara luar biasa melewati setiap pembalap yang ada di depannya.
BACA JUGA: Marquez Absen, Repsol Honda Andalkan Alex di MotoGP Andalusia 2020
Pada lap ke-22, Marquez telah berada di belakang Vinales, yang kini menempati posisi kedua. Marquez berusaha menyalip Vinales di tikungan empat tetapi tidak berhasil. Pembalap berpaspor Spanyol justru terjatuh dengan keras karena aksinya tersebut.
Akibat kecelakaan tersebut, Marquez gagal mendapatkan satu pun poin di MotoGP Spanyol 2020. Selain itu, lengan kanan Marquez pun patah. Marquez telah melakukan operasi untuk memulihkan kondisinya di rumah sakit Barcelona pada Selasa 21 Juli 2020 waktu setempat.
Kini Marquez berada dalam tahap pemulihan. Pembalap berpaspor Spanyol itu dipastikan absen di MotoGP Andalusia 2020 pada akhir pekan ini. Jika kondisi Marquez tidak membaik dalam waktu dekat, The Baby Alien juga akan absen pada dua balapan berikutnya.
Kerugian yang Marquez terima akibat kecelakaan tersebut begitu besar. Apabila Marquez tidak memaksakan diri, hasil lebih baik mungkin bisa didapat. Reggiani mengibaratkan otak Marquez seperti dimatikan ketika mengejar dari belakang.
Reggiani menilai pembalap berpaspor Spanyol itu seharusnya bisa meraih hasil lebih baik di MotoGP Spanyol 2020. Menurut Reggiani, Marquez bisa menempati posisi ketiga di belakang Vinales dan sang pemenangan MotoGP Spanyol 2020, Fabio Quartararo.
"Marquez memiliki balapan yang luar biasa. Seperti yang sering terjadi ketika dia harus mengejar, otaknya dimatikan. Ketika dia jatuh ada 3 lap tersisa di akhir, dia pasti tidak bisa mengambil Quartararo dan dia berada di knalpot Vinales sehingga dia juga bisa menunggu,” kata Reggiani, menyadur dari Tutto Motori Web, Rabu (22/7/2020).
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.