Naik Turun Kapasitas Mesin Motor di MotoGP

Djanti Virantika, Jurnalis · Senin 15 Juni 2020 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 15 38 2230264 naik-turun-kapasitas-mesin-motor-di-motogp-Rx4sNWit5x.jpg Valentino Rossi dan Marc Marquez. (Foto: AFP)

MOTOGP menjadi salah satu perlombaan balap motor yang paling diminati oleh masyarakat dunia. Penyelenggaraan balapan di setiap serinya selalu mendapat animo besar. Selain para pembalap, publik juga kerap menyoroti performa motor balap tim-tim di setiap musimnya.

Sebab, penampilan dan hasil para pembalap akan turut ditentukan dengan kinerja motor yang kompetitif. Saat ini, gelaran MotoGP sendiri diketahui menggunakan mesin motor dengan kapasitas 1.000 cc. Tetapi, sebelum resmi ditetapkan menjadi 1.000 cc, kapasitas mesin motor ini kerap berubah-ubah.

Valentino Rossi

Kali ini, Okezone pun akan membahas soal perubahan naik dan turunnya kapasitas mesin motor di MotoGP. Sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, Senin (15/6/2020), setiap peraturan mengenai balapan di tiap-tiap kelas balap motor grand prix sendiri diketahui dibentuk oleh Federasi Balap Motor Internasional (FIM).

BACA JUGA: Cara Perhitungan Poin di MotoGP

Mereka membentuk dan mengeluarkan peraturan-peraturan baru yang dipandang sesuai dengan perkembangan balapan. Pada 2002, FIM pun menetapkan era baru untuk MotoGP. Kelas ini dibentuk untuk menggantikan 500 cc yang menjadi level perlombaan tertinggi di kala itu.

Saat itu, kapasitas mesin motor yang digunakan di MotoGP pun ditetapkan menjadi 990 cc. Di awal-awal MotoGP, mesin motor bermesin 2 tak 500 cc dan 4 tak 990 cc diperbolehkan untuk balapan. Tetapi, seiring berjalannya waktu, kedahsyatan tenaga motor bermesin 4 tak mengungguli 2 tak. Alhasil, FIM menyingkirkan seluruh mesin 2 tak dalam perlobaan.

Pada 2007, FIM memberlakukan peraturan baru bahwa kapasitas mesin motor di MotoGP diturunkan menjadi 4 tak 800 cc. Alasan pengurangan kapasitas silinder mesin sendiri adalah meningkatkan keamanan pembalap, tenaga, dan kecepatan puncak. Sebab, mesin-mesin MotoGP telah meningkat secara drastis sejak 2002.

Kemudian, aturan mesin motor yang digunakan di seluruh kelas pun akhirnya dibatasi. Pada 125 cc, mesin motor dibatasi sebanyak 1 silinder dan berat minimal 80 kilogram. Untuk 250 cc, mesin motor dibatasi sebanyak 2 silinder dengan berat minimal 100 kilogram. Lalu, MotoGP memakai mesin dengan jumlah silinder 3-6 dan pembatasan berat bervariasi tergantung jumlah silinder.

Perubahan kapasitas mesin motor di MotoGP pun tak berhenti sampai di situ. Pada 2010, FIM kembali memperbarui aturannya dengan memberlakukan pembatasan mesin. Setiap tim hanya menggunakan enam mesin dalam semusim.

Pada tahun yang sama, perubahan aturan juga terjadi di kelas 250 cc. Tetapi, perubahan tak berkaitan dengan kapasitas mesin, melainkan nama ajang. Kelas tersebut berganti menjadi Moto2 dengan basis mesin Honda CBR600RR dan sasis prototipe.

Dua tahun berselang, FIM memutuskan menaikkan lagi kapasitas mesin motor di MotoGP. Dari 800 cc menjadi 1.000 cc. Di kelas MotoGP, FIM juga memberlakukan regulasi CRT (Claiming Rule Team) yang memperbolehkan tim (kecuali tim pabtikan) memakai mesin motor massal 1.000 cc di sasis prototipe.

Kemudian, nama kelas 125 cc juga berubah pada tahun tersebut menjadi Moto3 dengan mesin 250 cc. Hingga kini, seluruh regulasi tersebut pun masih diterapkan di ajang balap motor grand prix dengan adanya penambahan beberapa hal baru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini