Sambut New Normal, Kemenpora Umumkan Protokol Kesehatan Olahraga

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Jum'at 12 Juni 2020 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 12 43 2228984 sambut-new-normal-kemenpora-umumkan-protokol-kesehatan-olahraga-l4wIEXbL0p.jpg Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto. (Foto: Twitter @gsdewabroto)

JAKARTA – Demi menyambut adanya kebijakan new normal, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah mengumumkan protokol kesehatan di bidang olahraga. Dalam protokol tersebut diatur bagaimana cara-cara yang harus dituruti dan taati demi mencegahnya penyebaran virus corona.

Protokol kesehatan yang dibuat Kemenpora sejatinya dibentuk untuk tiap induk cabang olahraga (cabor) yang ingin melakukan kegiatan seperti pelatnas serta melaksanakan suatu kompetisi. Jadi, setiap cabor di Tanah Air boleh melakukan pelatnas atau membuat kompetisi bergulir kembali, namun mereka harus mematuhi protokol kesehatan yang sudah dirumuskan oleh pihak Kemenpora.

Baca Juga: Pandemi Virus Corona Mungkin Untungkan Rossi di MotoGP 2020

Menpora, Zainudin Amali

Sebagai tambahan, Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, sadar bahwa setiap cabor itu tidak sama dalam melakukan kegiatannya. Namun, ia berharap protokol kesehatan yang telah dibuat Kemenpora mampu dijadikan panduan umum untuk melakukan kegiatan olahraga.

“Ini sebagai panduan umum karena karakter tiap cabor kan berbeda-beda. Akan tetapi, cabor tetap wajib mematuhi pedoman ini karena dalam beberapa hal aturannya cukup rinci, meskipun mereka punya aturan kesehatan sendiri,” ucap Gatot kepada awak media, Jumat (12/6/2020).

Dalam protokol kesehatan yang dibuat Kemenpora, ada tuju ketentuan umum yang harus dipahami betul-betul. Namun, intinya Kemenpora mau setiap cabor melakukan tes kesehatan terhadap semua atlet yang ingin melakukan kegiatan.

Selain membahas tentang kegiatan olahraga dan atlet, protokol kesehatan itu juga membahas soal penonton. Seperti yang dikatakan Gatot, setidaknya penonton boleh masuk ke area pertandingan setelah lulus dari tes suhu tubuh. Jumlah penonton pun dibatasi 50% dari kapasitas tempat atau lokasi olahraga itu dilaksanakan.

“Jika ada yang terdapat suhu tubuhnya lebih dari 37,3 derajat dalam dua kali pemeriksaan dengan jarak dua menit, maka (orang tersebut) tidak diperkenankan masuk dan diminta untuk melakukan cek kesehatan,” tutup Gatot.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini