Share

Pernat: Bakal Jadi Kesalahan Fatal jika Honda Depak Alex Marquez

Ezha Herdanu, Jurnalis · Senin 08 Juni 2020 19:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 08 38 2226422 pernat-bakal-jadi-kesalahan-fatal-jika-honda-depak-alex-marquez-gKIYNo1Q47.jpg Alex Marquez (Foto: motogp.com)

ROMA – Salah satu pengamat MotoGP, Carlo Pernat, memberikan tanggapan soal masa depan Alex Marquez bersama Tim Repsol Honda. Pernat menilai bahwa Tim Honda bakal melakukan kesalahan fatal jika Tim Honda memilih mendepak Alex.

Sebagaimana diketahui, masa depan Alex bersama Tim Honda dalam beberapa terakhir memang kencang dispekulasikan. Muncul kabar bahwa Tim Honda bakal tak memperpanjang durasi kontrak Alex yang bakal kadaluwarsa pada akhir tahun ini.

Alex Marquez

Posisi Alex di Tim Honda kabarnya bakal digantikan oleh Pol Espargaro. Peluang terjadinya hal tersebut bisa dikatakan sangat besar, mengingat Espargaro sendiri memang sudah membuka kans bakal meninggalkan Tim KTM Red Bull kala kontraknya usai.

Baca Juga: Cerita Alex Marquez soal Keberhasilannya Menjuarai Moto2 2019

Pernat pun coba menganalisis dampak yang bakal terjadi apabila Tim Honda benar-benar mendepak Alex dari tim mereka. Pernat percaya keputusan Tim Honda tersebut bakal membuat hubungan antara Tim Honda dan Marc Marquez menjadi memanas.

“Seperti yang kita tahu, Marc telah memperpanjang kontrak, memberi beberapa syarat pada Honda, salah satunya membawa serta adiknya. Langkah itu (menggaet Espargaro) seolah menyatakan bahwa Honda tak percaya pada Alex,” jelas Pernat, seperti disadur dari GPOne, Senin (8/6/2020).

“Menurut saya, ini gerakan yang sangat menentang Marc. Ia akan lihat ini sebagai kemunduran, mengingat ia sangat terikat pada adiknya. Saya rasa ini benar-benar kegilaan, karena HRC menyatakan perang pada Marc dan Emilio. Tapi ide ini datangnya dari Alberto Puig,” lanjutnya.

“Entah apakah Marc bakal tetap menandatangani kontrak empat tahun jika ini terjadi sebelumnya. Ini benar-benar kegilaan, karena ini takkan jadi awal yang baik bagi Honda. Jika ini adalah strategi Alberto, maka ini sebuah kegilaan, ini bagai langkah bunuh diri,” tuntas pria asal Italia itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini